Pembalap bintang Max Verstappen tengah merencanakan langkah besar di luar ajang Formula 1 dengan menargetkan keikutsertaannya dalam ajang bergengsi Spa 24 Hours pada tahun 2027 mendatang. Dilansir dari Motorsport.com, peraih gelar juara dunia F1 ini berupaya keras untuk menyesuaikan jadwal padat balap roda satunya agar bisa tampil di sirkuit legendaris yang terletak di Ardennes tersebut.

Keinginan kuat ini muncul setelah penampilan impresifnya di Sirkuit Portimao, di mana ia mengemudikan mobil Mercedes milik Team Verstappen bersama rekan setimnya, Chris Lulham dan Ben Barnicoat, dalam ajang GT World Challenge Europe. Bagi sang pembalap andalan Red Bull Racing, lintasan sepanjang 7 kilometer lebih itu memiliki tempat khusus di hatinya karena sejarah personal yang mendalam.

"Ini adalah trek favorit saya, tentu saja, jadi saya berusaha membuatnya terwujud," ujar Verstappen selepas merampungkan balapan akhir pekan lalu. "Saya hanya perlu merencanakannya dengan baik agar ketika saya tiba di sana, saya juga dalam kondisi yang sangat siap. Saya juga orang Belgia, jadi rasanya sangat menyenangkan bisa berada di sana untuk mengikuti salah satu ajang ketahanan terbesar tahun ini. Saya akan mencoba yang terbaik untuk bisa hadir di sana."

- Advertisement -
Advertisement

Ikatan emosional Verstappen dengan Belgia memang sangat kuat mengingat ia dilahirkan di negara tersebut dan memiliki garis keturunan dari ibunya, Sophie Kumpen, yang merupakan mantan pembalap karting profesional. Rangkaian jadwal Spa 24 Hours pada tahun 2027 rencananya akan dilangsungkan pada tanggal 24 hingga 27 Juni, yang jatuh tepat di akhir pekan senggang antara penyelenggaraan Grand Prix Portugal dan Grand Prix Inggris.

Meskipun masa depannya di kasta tertinggi balap open-wheel sempat memunculkan tanda tanya akibat kritikan tajamnya terhadap regulasi teknis Formula 1 tahun 2026, ia tetap berkomitmen penuh usai meneken perpanjangan kontrak bersama tim yang bermarkas di Milton Keynes. Di tengah dominasinya bersama skuad pabrikan minuman berenergi tersebut, ketertarikannya pada dunia balap GT semakin menguat setelah ia sempat mencicipi ketatnya persaingan di Nurburgring 24 Hours pada bulan Mei lalu.

Baca Juga Marc Marquez Beri Pelajaran Berharga untuk Jorge Martin di Mandalika

Dalam petualangannya di Nordschleife bersama Dani Juncadella, Lucas Auer, dan Jules Gounon, mobil yang dikemudikannya bahkan sempat memimpin jalannya lomba sebelum akhirnya kandas akibat masalah poros roda di fase-fase akhir. Pengalaman berbagi kokpit dengan pembalap lain memberikan warna baru dalam karier balap profesionalnya yang selama ini selalu mendominasi kursi tunggal.

"Berbagi mobil dengan rekan setim tentu adalah sesuatu yang belum pernah saya lakukan dalam hidup saya sejauh ini. Tentu saja, saya mendapat kesempatan di Nordschleife untuk pertama kalinya, jadi saya sangat menikmati itu. Mendapatkan kesempatan pertama di sini sekarang dalam GT World Challenge bagi saya sangatlah mengasyikkan," tambahnya.

Menatap kalender balap internasional, ajang Bathurst 12 Hour pada bulan Februari dipastikan tidak masuk dalam radar utamanya, sementara jadwal Suzuka bersinggungan langsung dengan kalender resmi Formula 1. Oleh karena itu, sirkuit Nurburgring dan Spa tetap menjadi dua destinasi utama yang paling realistis bagi sang pembalap untuk memperluas portofolio balap ketahanannya pada tahun 2027.