Pekan balap Grand Prix Malaysia di Sirkuit Sepang diwarnai oleh polemik medis yang memancing reaksi keras dari para pengamat dan mantan pebalap profesional. Mantan pebalap Marco Melandri secara terbuka melontarkan kritik tajam terhadap keputusan kejuaraan yang awalnya menyatakan Jorge Martin fit untuk mengendarai motor di lintasan panas Sepang, meskipun sang pebalap baru saja mengalami cedera serius hanya berselang beberapa hari sebelum sesi latihan dimulai.

Permasalahan bermula ketika pebalap pabrikan Aprilia tersebut mengalami kecelakaan hebat dalam balapan sprint di Phillip Island akhir pekan sebelumnya, yang mengakibatkan patah tulang radius pada pergelangan tangan kanannya. Cedera semacam ini umumnya membutuhkan waktu istirahat berbulan-bulan serta prosedur imobilisasi yang ketat agar proses penyembuhan tulang dapat berjalan optimal. Terlebih lagi, pergelangan tangan kanan merupakan bagian vital bagi seorang pebalap MotoGP karena memegang kendali penuh atas bukaan gas dan sistem pengereman yang sangat agresif di lintasan balap.

Kendati kondisi fisiknya jauh dari kata ideal, Jorge Martin sempat dinyatakan lolos tes medis dan bahkan turun ke lintasan untuk menyelesaikan sesi latihan bebas pertama pada hari Kamis dan Jumat. Namun, kenyataan pahit tidak dapat dibohongi ketika ia hanya mampu bertahan selama beberapa menit saja di sesi sore sebelum akhirnya memutuskan untuk masuk ke garasi. Situasi tersebut memaksa tim Aprilia untuk mengumumkan pengunduran diri sang pebalap dari sisa rangkaian akhir pekan di Sepang pada Sabtu pagi, yang menjadi pukulan telak kesekian kalinya dalam persaingan perebutan gelar juara dunia musim ini.

- Advertisement -
Advertisement

Menanggapi situasi yang dinilai membahayakan keselamatan tersebut, Marco Melandri meluapkan kekesalannya melalui sebuah unggahan di akun media sosial pribadinya. Ia membandingkan inkonsistensi penanganan medis antara satu pebalap dengan pebalap lainnya di paddock MotoGP, termasuk kasus yang menimpa pebalap lain sebelumnya. Melandri mempertanyakan legitimasi dan standar yang digunakan oleh tim medis kejuaraan dalam memberikan lampu hijau bagi pebalap yang mengalami cedera parah demi kelangsungan sebuah balapan.

"Anda harus menjelaskan situasi ini kepada saya," ujar Marco Melandri mengawali kritikan pedasnya. "Fernandez mematahkan jari di Mandalika dan balapan keesokan harinya. Kemudian, selama dua minggu berikutnya, dia cedera dan tidak balapan. Martin, di sisi lain, mengalami patah tulang radius — tulang yang menanggung seluruh berat badan saat pengereman, terutama di Sepang, di mana Anda mengerem dengan motor miring ke kanan, dan bebannya langsung jatuh ke lengan itu."

Baca Juga Acosta Menang Sprint Thailand Usai Penalti Marquez

Lebih lanjut, Marco Melandri menyoroti betapa janggalnya proses pengambilan keputusan yang terkesan dipaksakan ketika status kejuaraan sedang berada di ujung tanduk. Ia menekankan bahwa prioritas keselamatan pebalap seolah dikalahkan oleh tuntutan komersial industri balap motor paling elit di dunia ini. "Dia finis terakhir dalam latihan, melewati pra-kualifikasi, dan telah dinyatakan sebagai tanda tanya untuk besok. Saya akan selalu berada di pihak para pebalap, jadi saya mungkin akan bertindak dengan cara yang sama, mungkin bahkan lebih buruk. Tetapi pertanyaan sebenarnya adalah: siapa yang memutuskan apakah seorang pebalap bugar atau tidak? Bagaimana mungkin seorang pebalap dengan jari yang patah tiga minggu lalu tidak bugar, sementara yang lain, dengan radius yang patah, dapat balapan karena kejuaraan dunia dipertaruhkan? Saya tidak tahu, terserah. Satu-satunya aturan tampaknya selalu sama: pertunjukan harus terus berjalan."

Akibat keputusan mundur dari Sepang ini, Marc Marquez berhasil memperlebar jarak keunggulan menjadi 19 poin di klasemen sementara setelah mengamankan posisi kedua dalam balapan sprint hari Sabtu. Sementara itu, Jorge Martin harus segera terbang kembali ke Spanyol untuk menjalani pemulihan intensif dengan harapan bisa kembali fit tepat waktu untuk menghadapi seri berikutnya di Qatar, meskipun ia secara realistis telah mengakui bahwa peluang meraih gelar juara dunia musim ini telah tertutup rapat.

Jorge Martin di paddock MotoGP Sepang
Jorge Martin saat berada di garasi Aprilia sebelum memutuskan mundur dari GP Malaysia.