Finis di posisi kedua dalam sesi Sprint Race Grand Prix Malaysia semakin melapangkan jalan Marc Marquez menuju mahkota juara dunia kesepuluh dalam karier balapnya, sekaligus gelar kedelapan di kelas premier MotoGP. Di tengah situasi krusial di mana rival utamanya harus absen akibat cedera, pembalap pabrikan Ducati tersebut menerapkan strategi matang demi mengamankan poin krusial atas para pesaing terdekatnya di klasemen sementara kejuaraan.

Dalam jalannya balapan pendek di Sepang tersebut, pembalap bernomor start 93 itu mengakui bahwa dirinya sama sekali tidak berniat memimpin jalannya lomba ketika kondisi lintasan mulai berubah akibat turunnya hujan lebat di fase-fase akhir balapan. Prioritas utamanya sangat jelas, yakni menghindari kesalahan fatal yang dapat merusak momentum perburuan gelar juara dunia musim ini, sembari memastikan posisinya tetap berada di depan Marco Bezzecchi untuk terus memperlebar jarak keunggulan poin.

Berbicara kepada Sky Sport MotoGP seusai sesi balapan berakhir, pembalap asal Spanyol tersebut menceritakan bagaimana jalannya persaingan ketat di atas lintasan basah. Ia sempat menghadapi perlawanan sengit dari Ai Ogura pada fase awal lomba yang berlangsung sangat agresif. Meski demikian, ia tetap tenang dan fokus membaca situasi balapan hingga akhir.

- Advertisement -
Advertisement

"All’inizio sono partito molto bene ma Ogura e stato molto aggressivo sin da subito, pero ognuno fa la sua gara, e normale. Ho cercato il feeling e sapevo che la fine della gara nella Sprint era il mio punto forte. Poi quando ho visto la pioggia l’ultima cosa che volevo fare era essere primo. C’era molto rischio e c’era molto da perdere e molto poco da guadagnare," ujar Marquez menjelaskan jalannya insiden di lintasan.

Lebih lanjut, juara dunia berkebangsaan Spanyol itu juga mengenang beberapa memori pahit di masa lalu ketika dirinya gagal mengendalikan emosi saat balapan berubah dari kondisi kering ke basah. Pengalaman buruk pada masa lampau menjadi pelajaran berharga baginya untuk tidak mengambil resiko yang tidak perlu di atas sirkuit yang licin.

Baca Juga Bezzecchi Tegaskan Perburuan Gelar MotoGP Belum Berakhir

"La pioggia e un mio punto forte? Si, pero tutte le volte che nella mia carriera ho iniziato una gara sull’asciutto e l’ho finita sul bagnato sono caduto in gara. Mentre ero in gara mi ricordavo di Aragon 2014 o di Jerez quest’anno e non volevo sbagliare. Mi sono detto che oggi non potevo sbagliare, anche se fossi finito terzo o quarto. C’era davvero molto da perdere, anche perche con una caduta avresti anche il rischio di farti male e c’e comunque poco da guadagnare in una Sprint," tambahnya dengan penuh perhitungan taktis.

Dengan tambahan poin maksimal dari sesi penting di Sepang, keunggulan Marc Marquez di puncak klasemen kini semakin nyaman dengan selisih 52 poin dari para pesaingnya. Sisa seri balapan musim ini pun kini berada dalam genggaman kontrol sang bintang Ducati yang tinggal menunggu waktu untuk mengukuhkan sejarah baru di ajang balap motor Grand Prix.