LEBAK, Nusantara Media – Maksud hati menghabiskan waktu liburan, sekawanan pemuda asal Jakarta Selatan justru harus menghadapi kenyataan pahit. Seorang wisatawan bernama Putra asal Kebayoran Lama, dilaporkan hilang terseret arus saat berenang di Pantai Pasir Putih, Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak, Banten. Memasuki hari kedua, proses pencarian korban oleh Tim SAR gabungan masih terus berlangsung.
Menurut keterangan Naufal, salah satu rekan korban, rombongan yang berjumlah 9 orang tersebut awalnya memiliki tujuan untuk mengunjungi rumah salah seorang kerabat di daerah Sawarna. Pada sore harinya, rombongan memutuskan untuk mencari pantai terdekat sekadar untuk bermain air dan bersantai.
"Dari total 9 orang, 7 orang turun untuk berenang. Pihak pengelola pantai sebenarnya sudah memberikan imbauan yang jelas agar pengunjung tidak berenang terlalu ke tengah atau ke area yang dalam," ungkap Naufal saat memberikan keterangan.
Nahas, petaka datang pada pukul 16.30 WIB. Setelah merasa puas bermain ombak, beberapa orang mulai naik ke area pasir satu per satu. Saat tersisa tiga orang di area perairan dangkal yang juga hendak bersiap naik ke darat, ombak besar tiba-tiba datang menghantam.
Dua orang dari rombongan tersebut terseret arus yang sangat kuat dan berteriak meminta tolong. Di tengah kepanikan dan derasnya arus yang membuat rekan-rekan korban tidak bisa langsung memberikan pertolongan, satu korban bernama Bilal berhasil selamat. Sayangnya, Putra terbawa arus lebih jauh dan dinyatakan hilang tergulung ombak.
"Tidak ada yang bisa langsung memberikan pertolongan saat kejadian berlangsung karena arusnya sangat kuat. Kami hanya bisa berharap agar proses pencarian segera membuahkan hasil, ada keajaiban, dan Putra bisa ditemukan dalam kondisi selamat atau apapun kemungkinan terburuknya," tambah Naufal dengan raut wajah penuh harap.
Merespons laporan kecelakaan laut (laka laut) tersebut, Tim SAR gabungan yang terdiri dari Pos AL Deli, Pos Lanal, Polsek Penggarangan, pihak Basarnas, serta pemerintah daerah setempat segera diterjunkan ke lokasi. Sayangnya, kondisi alam saat ini menjadi kendala terbesar dalam upaya evakuasi.
Estu, perwakilan dari pihak Basarnas di lokasi kejadian, menjelaskan bahwa pencarian difokuskan melalui jalur darat dengan menyisir arah barat dan timur pantai, menyesuaikan dengan perkiraan arah arus.
"Kami terpaksa melakukan penyisiran lewat darat. Penggunaan perahu karet tidak dimungkinkan untuk saat ini dikarenakan kondisi arus dan ombak yang sangat kuat dan berbahaya bagi tim penyelamat," jelas Estu.
Berkaca pada insiden nahas ini, pihak Basarnas kembali memberikan peringatan keras kepada seluruh wisatawan yang berkunjung ke kawasan Pantai Pasir Putih maupun pesisir selatan Lebak lainnya agar tidak meremehkan kekuatan alam dan mematuhi aturan batas berenang.
"Kami meminta wisatawan untuk selalu waspada, memperhatikan kondisi cuaca, dan utamakan keselamatan. Bagi warga lokal juga diharapkan untuk ikut membantu memantau wisatawan yang sedang bermain air agar kejadian serupa tidak terulang lagi," tegas Estu.
Hingga berita ini diturunkan, operasi pencarian masih terus berlangsung dan Tim SAR gabungan terus bersiaga memantau setiap pergerakan air laut yang sekiranya dapat membawa petunjuk keberadaan korban.
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!