Insiden menegangkan terjadi di sirkuit Autodromo Hermanos Rodriguez ketika Liam Lawson terlibat insiden benturan dengan juara dunia Max Verstappen pada sesi latihan bebas kedua Grand Prix Meksiko. Kejadian yang berlangsung di Tikungan 14 tersebut tidak hanya meninggalkan kerusakan serius pada kedua kendaraan, tetapi juga memaksa pengawas balapan mengibarkan bendera merah tanda sesi dihentikan.

Akibat insiden yang dinilai oleh para steward sebagai perilaku yang tidak dapat diterima dari kedua belah pihak, baik Lawson maupun Verstappen diganjar penalti turun satu posisi grid untuk balapan hari Minggu. Menyadari situasi panas yang tercipta di dalam paddock, Lawson secara jantan mengambil inisiatif untuk mendatangi Verstappen demi menjernihkan suasana sebelum rangkaian aktivitas lintasan dilanjutkan pada hari Sabtu.

"Ini sama sekali tidak ideal," ujar Lawson menanggapi insiden tersebut. "Saya pergi menemui Max untuk meminta maaf karena apa yang terjadi sebenarnya tidak perlu terjadi. Saya tentu tidak ingin hal semacam itu terulang kembali di masa depan. Jelas, saat ini bukanlah waktu yang paling tepat, jadi ya, sejujurnya ini telah menjadi hari yang sangat rumit bagi saya. Namun, saya tetap merasa senang bisa mengendarai mobil ini. Untuk saat ini, saya hanya menikmati mengemudikan mobil ini di lintasan."

- Advertisement -
Advertisement

Akhir pekan pembalap Racing Bulls tersebut semakin diuji ketika ia awalnya menyelesaikan sesi kualifikasi di posisi kedelapan, namun harus menerima kenyataan pahit setelah didiskualifikasi akibat pelanggaran teknis yang membuatnya harus memulai balapan hari Minggu dari barisan paling belakang. Di sisi lain, Verstappen tidak tinggal diam mengomentari manuver tersebut, menyebut bahwa tindakan agresif di tengah tekanan karier bukanlah keputusan yang bijak.

Baca Juga F1 Umumkan F1 Live Milan, Festival Penggemar Jelang 2027

"Ketika Anda sedang berjuang untuk mengamankan kursi Anda, itu bukan perilaku yang sangat cerdas," tegas pembalap asal Belanda itu. Tekanan memang tengah memuncak bagi Lawson yang saat ini sedang berada dalam pertarungan sengit memperebutkan kursi balap untuk musim depan, bersaing langsung dengan rekan setimnya serta talenta muda lainnya di dalam program pembinaan tim.

Melihat dinamika panas ini, mantan juara dunia Jenson Button memberikan pembelaan terhadap masa depan Lawson di tim, menyoroti tingkat konsistensi yang ditunjukkan oleh sang pembalap asal Selandia Baru dibandingkan para pesaing debutan. Menurut Button, pengalaman dan konsistensi memberikan nilai tambah yang signifikan bagi tim yang membutuhkan kepastian perolehan poin secara konstan di setiap akhir pekan balapan.