Musim kejuaraan dunia Formula 1 tahun 2026 menyuguhkan dinamika yang sangat beragam bagi McLaren. Setelah sukses merengkuh gelar juara dunia bersama Lando Norris pada musim sebelumnya, ekspektasi publik dan tim tentu berada di titik yang sangat tinggi. Namun, perubahan regulasi besar-besaran yang diterapkan musim ini membuat tim yang bermarkas di Woking tersebut kesulitan untuk mengulang dominasi dan kesuksesan yang sama seperti tahun lalu.

Sepanjang paruh musim berjalan, McLaren sebenarnya telah mengamankan dua kemenangan Grand Prix melalui Lando Norris di Hungaria dan Belanda. Selain itu, jika digabungkan dengan pencapaian rekan setimnya yakni Oscar Piastri, skuad papaya ini telah mengoleksi lima tambahan podium Grand Prix, satu kemenangan Sprint Race, serta empat kali finis di podium Sprint Race. Kendati demikian, torehan tersebut belum cukup untuk mengamankan posisi puncak klasemen pembalap secara nyaman di tengah sengitnya persaingan ketat.

Masalah utama yang kini dihadapi oleh skuad asal Woking tersebut adalah posisi kedua pembalap mereka yang masih tertahan di peringkat keenam dan ketertinggalan di kejuaraan pembalap. Mereka saat ini berada di belakang para pembalap dari tim rival utama seperti Mercedes, Ferrari, serta pebalap andalan Red Bull. Sementara itu, dalam klasemen Kejuaraan Konstruktor, McLaren memang masih menduduki peringkat ketiga, namun posisi mereka sangat rentan setelah hanya unggul tipis enam poin saja atas Red Bull usai Grand Prix Singapura.

- Advertisement -
Advertisement

Dengan menyisakan enam akhir pekan balapan menjelang akhir musim 2026, Lando Norris secara terbuka mengakui kenyataan pahit usai seri balapan di Sirkuit Jalan Raya Marina Bay. Sang juara dunia bertahan tersebut secara blak-blakan menyatakan bahwa McLaren saat ini merupakan tim yang paling tertinggal di antara empat tim papan atas Formula 1. Situasi ini semakin diperparah dengan absennya komponen peningkatan performa baru dalam waktu dekat untuk membendung laju kencang Red Bull.

Dalam sesi wawancara bersama Sky Sports mengenai peluang timnya mempertahankan posisi dari kejaran Red Bull, Lando Norris memberikan penjelasan yang sangat realistis mengenai performa mobil MCL36. "Kami tidak bisa melakukannya kecuali kami membawa peningkatan, dan kami tidak memiliki apa pun untuk sementara waktu," ungkap Lando Norris. Ia menambahkan bahwa kecepatan mobil mereka saat ini berada di posisi keempat tercepat di grup terdepan, kembali seperti kondisi di awal tahun.

Baca Juga FP3 GP Italia: Russell Tercepat, Mercedes Siap Dominasi Kualifikasi

Lebih lanjut, pembalap asal Inggris tersebut menegaskan bahwa timnya masih berusaha keras bertarung di barisan depan meskipun menyadari jarak ketertinggalan yang masih cukup jauh. "Tetapi, pada akhirnya, kami adalah yang tercepat keempat. Kami kembali ke kelompok terbawah grup teratas, yang lebih dekat dengan posisi kami di awal tahun. Dan kami masih bisa bertarung dengan cukup baik. Kami masih berjuang untuk empat besar dan hampir naik podium, tetapi kami masih terlalu jauh. Dan kami adalah yang terburuk dari empat tim teratas. Jadi, kami harus terus mencoba meningkatkan mobil, hanya itu," pungkasnya.

Akhir pekan McLaren di Grand Prix Singapura juga diwarnai drama insiden sengit ketika Lando Norris bersenggolan dengan rekan setimnya pada lap terakhir di sesi Sprint Race. Insiden tersebut membuat perolehan poinnya terpangkas drastis dan hanya mampu mengamankan satu poin semata setelah finis di posisi kedelapan, padahal sebelumnya kedua pembalap sempat bersaing di posisi keempat dan kelima.