Persoalan permukaan trek yang bergelombang di ajang Formula 1 kembali memicu perbincangan hangat di antara para pembalap papan atas. Pembalap McLaren, Lando Norris, secara terbuka memberikan dukungan penuh kepada rival utamanya, Max Verstappen, yang sebelumnya melontarkan kritik pedas terhadap kondisi Circuit of the Americas (COTA) di Austin, Amerika Serikat.
Kritik tajam tersebut bermula ketika Verstappen, setelah menyaksikan balapan World Endurance Championship di COTA, melontarkan candaan sarkas bahwa dirinya mungkin akan memerlukan tulang belakang baru atau bahkan harus bertransformasi menjadi sesosok robot penegak hukum demi bisa bertahan menghadapi guncangan ekstrem di sirkuit tersebut. Menanggapi komentar sang juara dunia asal Belanda itu, Norris tidak ragu untuk membenarkan situasi sulit yang kerap dihadapi para pembalap setiap kali mengaspal di Austin.
Menurut pembalap muda asal Inggris tersebut, standar pembangunan sirkuit modern yang diawasi ketat oleh FIA memiliki toleransi kerataan yang sangat kecil. Sayangnya, COTA merupakan fasilitas balap yang dibangun pada era berbeda sehingga tidak lagi memenuhi standar toleransi trek modern saat ini. Keadaan ini diperparah oleh karakteristik mobil F1 modern yang melaju dengan jarak hanya beberapa milimeter dari permukaan tanah, membuat setiap benjolan sekecil apa pun langsung berdampak masif pada fisik pengemudi.
Dampak dari trek yang tidak rata ini ternyata jauh lebih serius dari apa yang terlihat di layar kaca penonton. Norris secara blak-blakan mengungkapkan penderitaan fisik yang harus ia tanggung di balik kokpit, di mana benturan konstan dengan sandaran kepala memaksa dirinya harus mengonsumsi obat sakit kepala sebelum sesi balap dimulai demi meredakan rasa nyeri yang luar biasa.
"Ada banyak tempat di mana saya harus minum tablet sakit kepala sebelum saya keluar. Cukup karena sangat berbenturan dan Anda membenturkan kepala cukup keras ke sandaran kepala dan hal-hal karena benjolan, jadi itu tentu saja bukan hal yang menyenangkan," ujar Norris menjelaskan penderitaan fisik yang dialaminya akibat kondisi lintasan yang ekstrem tersebut.
Baca Juga Russell Berhak Kesal dengan Strategi Mercedes di Monza, Kata CroftMeskipun keluhan mengenai permukaan aspal COTA telah berulang kali disuarakan dalam berbagai kesempatan briefing pembalap, solusi permanen tampaknya masih menjadi tantangan besar bagi pihak pengelola sirkuit. Sejak pertama kali menggelar balapan F1 pada tahun 2012 silam, isu permukaan trek yang bergelombang di Austin telah menjadi topik pembicaraan abadi yang tidak pernah absen menghiasi akhir pekan balapan.
Upaya perbaikan sebenarnya telah dilakukan secara berkala oleh pihak sirkuit, termasuk pengaspalan ulang secara menyeluruh serta penanganan khusus di area-area krusial demi meredam keluhan para pembalap. Namun, dengan kontrak jangka panjang yang memastikan ajang balap jet darat ini akan terus bertahan di Texas hingga tahun 2034 mendatang, tekanan terhadap pengelola untuk menghadirkan solusi infrastruktur yang benar-benar tuntas akan terus menjadi sorotan utama dalam kalender balap global.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!