Tangerang, Nusantara Media – Sebuah kisah memilukan datang dari permukiman di Kota Tangerang. Seorang bocah perempuan berusia 9 tahun, Almeera Putri, harus menelan pil pahit kerinduan mendalam kepada sosok pahlawan pertamanya, sang ayah kandung, yang telah menghilang selama empat tahun tanpa kabar.
Bagi Almeera, hari-harinya dihabiskan tanpa hapaan, pelukan, maupun kasih sayang dari sosok yang sangat ia dambakan kehadirannya.
Berdomisili di Kampung Kroncong, RT 04/RW 04, Kota Tangerang, ibunda Almeera, Teresia Yuliatin (44), tak sanggup lagi melihat putrinya terus merenung. Teresia mengungkapkan bahwa mantan suaminya, Dedi, pergi meninggalkan darah dagingnya begitu saja tanpa sepatah kata, pesan singkat, maupun dukungan apa pun.
Meskipun Teresia kini telah membangun rumah tangga baru, bayang-bayang kesedihan putrinya tidak bisa ditepis. Setiap kali Almeera melihat anak-anak seusianya bermain dan digandeng oleh ayah mereka, raut wajahnya selalu menyiratkan luka psikologis yang mendalam
Setelah empat tahun hidup dalam ketidakpastian, secercah harapan akhirnya muncul. Teresia baru-baru ini mendapat kabar bahwa Dedi diduga saat ini tinggal dan menetap di kawasan Bogor, Jawa Barat.
Mendengar informasi tersebut, Teresia langsung bergerak. Tujuannya hanya satu: mengobati kerinduan putrinya. Ia menegaskan bahwa pencarian ini sama sekali bukan untuk menuntut hal-hal yang bersifat materi atau finansial
"Kepada siapapun yang mendengar, melihat, dan mengetahui keberadaan Bapak Dedi, saya memohon dengan sangat bantuannya untuk disampaikan pesan ini. Anakmu sudah besar, Pak. Adakah sedikit harapan agar kamu mau datang menjenguk dan menjadi pelepas rindu untuk anak kandungmu sendiri?" ungkap Teresia dengan suara bergetar menahan tangis.
Empat tahun adalah fase krusial bagi pertumbuhan seorang anak. Jeritan hati Teresia bukanlah bentuk amarah, melainkan keputusasaan seorang ibu yang tidak sanggup lagi melihat bidadari kecilnya kehilangan figur pelindung.
Di era digital ini, keajaiban sering kali bermula dari kepedulian warganet (netizen) di media sosial. Melalui publikasi ini, keluarga memohon kebaikan hati masyarakat luas:
Bagi Warga Bogor dan Sekitarnya: Jika ada yang mengenal atau pernah berpapasan dengan sosok Dedi (pria yang pernah menetap di Kampung Kroncong, Tangerang bersama Teresia Yuliatin), mohon sampaikan kabar ini kepadanya.
Bantu Sebarkan (Viralkan): Mari jadikan kekuatan media sosial sebagai jembatan bertemunya ayah dan anak yang telah lama terpisah.
Almeera tidak meminta banyak. Ia hanya butuh ayahnya kembali sebentar, menatap matanya, dan membalas kerinduan yang telah ia pendam selama empat tahun lamanya. Tidak ada ego orang dewasa yang lebih besar nilainya dibandingkan dengan melihat senyum tulus seorang anak yang kembali mekar.
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!