Akhir pekan balap Formula 1 di Circuit of the Americas kembali diwarnai oleh keluhan serius dari para pembalap mengenai kondisi aspal yang buruk dan dipenuhi gundukan. Bintang Max Verstappen secara terbuka melontarkan kritik tajam dengan menyebut kondisi trek tersebut sebagai sesuatu yang sama sekali tidak dapat diterima. Peraih gelar juara dunia asal Belanda itu menegaskan bahwa masalah struktural pada permukaan lintasan sudah mencapai tahap yang mengkhawatirkan bagi keselamatan fisik para pengemudi.

Meskipun pihak penyelenggara telah melakukan pengaspalan ulang pada beberapa bagian lintasan termasuk tikungan 9 dan 11 menjelang akhir pekan balapan, upaya tersebut dinilai tidak memberikan solusi jangka panjang yang memadai. Verstappen mengibaratkan perbaikan tersebut sekadar menempelkan plester pada luka yang jauh lebih dalam, di mana fondasi tanah di bawah aspal terus bergeser dan membuat mobil-mobil modern dengan teknologi aerodinamika tinggi harus mengalami guncangan hebat di setiap putaran.

Dampak dari lintasan yang bergelombang ini tidak hanya dirasakan oleh Verstappen seorang diri, tetapi juga memicu protes dari berbagai pembalap papan atas lainnya di grid. Pembalap McLaren Lando Norris bahkan harus meminum obat pereda sakit kepala akibat guncangan konstan yang harus ia terima di kokpit mobilnya selama sesi latihan dan kualifikasi berlangsung di Texas.

- Advertisement -
Advertisement

Sementara itu, pembalap Mercedes George Russell memberikan pandangan tambahan dengan menyatakan bahwa sirkuit-sirkuit balap berkecepatan tinggi seharusnya menjalani proses pelapisan ulang secara berkala setiap dua tahun sekali. Namun, di tengah keluhan fisik yang mendalam termasuk ancaman cedera punggung akibat suspensi kaku mobil F1 modern, para pembalap tetap dihadapkan pada kenyataan bahwa alam dan struktur tanah di Austin menolak tunduk pada standar teknik balap internasional.

Baca Juga Kontrak Baru Norris: Stabilitas McLaren dan Masa Depan Piastri

Dilansir dari FormulaPassion, situasi ini menyoroti ironi besar di mana teknologi rekayasa mesin bernilai jutaan dolar dan terowongan angin tercanggih di dunia harus tunduk pada masalah infrastruktur dasar yang serupa dengan keluhan para pengemudi kendaraan harian di jalan raya perkotaan. Hingga kini, para pembalap terus mendesak pihak pengelola sirkuit untuk mengambil tindakan perbaikan yang lebih permanen sebelum masalah fisik yang dialami para atlet ini berdampak lebih buruk pada karier mereka.