Dunia Formula 1 modern dikenal dengan tingkat keamanan yang sangat ketat, di mana mustahil bagi penonton untuk mendekati lintasan atau melihat bintang-bintang balap seperti Andrea Kimi Antonelli, Max Verstappen, hingga Lewis Hamilton dari jarak dekat. Akhir pekan balap di Autodromo Hermanos Rodriguez kerap mendatangkan lebih dari 400.000 penggemar, namun sterilitas trek selalu terjaga dengan sempurna tanpa ada celah bagi penonton untuk menerobos masuk ke area balap saat sesi berlangsung.

Situasi tersebut sangat kontras jika ditarik mundur ke belakang pada 55 tahun silam, tepatnya saat seri balap di Meksiko tahun 1970 yang menyajikan kekacauan luar biasa di atas lintasan. Pada masa itu, sirkuit masih dikenal dengan nama Magdalena Mixhuca, sebuah sebutan yang diambil dari nama gereja lokal Santa Maria Magdalena Mixhuca. Baru setelah kematian tragis Pedro Rodriguez pada dekade 1970-an, sirkuit tersebut resmi berganti nama menjadi Autodromo Hermanos Rodriguez untuk mengenang sang pebalap bersama saudaranya.

Lonjakan penonton yang mencapai angka 200.000 orang pada tahun 1970 menciptakan dilema besar bagi penyelenggara karena kapasitas gerbang masuk tidak mampu menampung antusiasme massa yang begitu masif. Akibatnya, ribuan orang nekat merobohkan pagar pembatas, memanjat berbagai struktur bangunan demi mendapatkan sudut pandang terbaik, hingga duduk santai di atas rumput tepat di tepi lintasan balap yang sangat berbahaya. Pihak pengawas perlombaan sempat mempertimbangkan untuk membatalkan jalannya balapan demi keselamatan, namun panitia lokal khawatir keputusan tersebut justru memicu kerusuhan massal yang lebih besar dari penonton yang kecewa.

- Advertisement -
Advertisement

Ketegangan semakin memuncak ketika sebagian penonton yang kehabisan kesabaran mulai melemparkan botol kaca serta berbagai benda ke tengah lintasan sebagai bentuk protes atas penundaan jadwal balap. Untuk meredakan situasi yang nyaris tak terkendali tersebut, pahlawan lokal Pedro Rodriguez bersama juara dunia Jackie Stewart diterjunkan langsung ke tengah kerumunan untuk membujuk para penonton agar bersikap tertib. Meski para penggemar sempat mengangguk patuh dan mundur ke belakang pagar pengaman ketika idola mereka berbicara, situasi kembali liar seketika setelah kedua pebalap tersebut berlalu dari pandangan mereka.

Setelah penundaan panjang akibat petugas harus membersihkan serpihan pecahan botol di atas aspal, balapan akhirnya resmi dimulai di tengah pemandangan yang tidak lazim. Kehadiran hewan liar seperti keledai di sekitar area lintasan sama sekali tidak mengusik ketenangan mereka meski mobil-mobil balap melaju dengan kecepatan tinggi mencapai 300 kilometer per jam. Puncak insiden mengerikan terjadi ketika Jackie Stewart tidak dapat menghindari seekor anjing liar yang tiba-tiba menyeberang dan tertabrak oleh mobilnya. Sang pebalap asal Skotlandia itu kemudian mengungkapkan rasa penyesalannya yang mendalam, menyatakan bahwa kejadian tersebut berlangsung begitu cepat hingga dirinya sama sekali tidak memiliki waktu untuk menghindar.

Baca Juga Hujan Deras Ancam Babak Final Supercars di Gold Coast

Situasi di sirkuit semakin tidak terkontrol ketika beberapa penonton mulai berjalan santai menyeberangi lintasan aktif dengan asumsi bahwa mereka bisa mendapatkan sudut pandang balapan yang lebih baik dari sisi seberang. Upaya aparat kepolisian untuk membubarkan dan mencegah aksi berbahaya tersebut sama sekali tidak membuahkan hasil di tengah lautan manusia yang memenuhi area sekitar trek. Begitu bendera finis dikibarkan yang menandai kemenangan gemilang bagi pebalap Ferrari yakni Jacky Ickx dan Clay Regazzoni, ribuan penonton langsung menyerbu masuk ke area aspal hingga bentuk sirkuit tertutup sepenuhnya oleh kerumunan manusia.

Kepanikan melanda para pebalap ketika Jacky Ickx terpaksa meninggalkan mobil Ferrari miliknya begitu saja di area start-finis demi menyelamatkan diri dari serbuan massa yang tidak terkendali. Sejumlah kendaraan pebalap lainnya bahkan terjebak di tengah kerumunan pada saat putaran pendinginan, membuat mobil-mobil bernilai tinggi tersebut menjadi sasaran empuk penjarahan di mana para penonton mengambil apa saja yang bisa mereka lepaskan dari kendaraan.