Kegagalan menyakitkan di Lia Block pada detik-detik akhir penentuan gelar juara American Rally Association (ARA) memang meninggalkan luka mendalam yang tidak mudah untuk dilupakan begitu saja. Memasuki etape penutup musim di ajang Lake Superior Performance Rally, pereli muda berbakat berusia 20 tahun tersebut sebenarnya berada di jalur yang sangat tepat untuk mengukir sejarah besar sebagai perempuan pertama yang berhasil merengkuh gelar juara nasional reli di Amerika Serikat. Dengan posisi keseluruhan berada di peringkat ketiga sementara sang rival utama Seth Quintero berada di posisi kedua, Block secara matematis hanya membutuhkan finis di urutan keempat pada special stage penutup yang memperebutkan poin krusial tersebut.
Namun, nasib berkata lain ketika musibah ban bocor ganda menimpa kendaraan yang dikeluarkannya pada paruh perjalanan etape penutup yang sangat menentukan itu. Insiden teknis yang kejam tersebut membuat Block harus puas finis dengan selisih tipis hanya dua poin di belakang pereli andalan pabrikan Toyota tersebut, yang notabene baru saja menjalani musim debutnya di kancah reli nasional di samping komitmen utamanya pada program kejuaraan dunia World Rally-Raid Championship. Tragedi di atas lintasan berdebu dan penuh batu tajam tersebut sontak mengubah perayaan sejarah yang sudah di depan mata menjadi sebuah pil pahit yang harus ditelan oleh seluruh anggota tim.
Berbicara secara terbuka dalam siniar mingguan reli terkemuka terbitan DirtFish, SPIN, The Rally Pod, di hadapan sang pembawa acara Josie Rimmer, Block tidak menutup-nutupi betapa hancurnya perasaan hatinya seusai perlombaan berakhir. Ia secara jujur mengakui bahwa kegagalan di etape pamungkas tersebut akan terus membekas dan menyisakan rasa penyesalan yang mendalam untuk waktu yang cukup lama. Kendati demikian, ia menegaskan dengan tegas bahwa insiden buruk tersebut tidak boleh merusak memori indah dan kerja keras luar biasa yang telah dicurahkannya bersama tim sepanjang musim kompetisi yang penuh dengan pencapaian gemilang ini.
"Saya selalu menjadi tipe orang yang berpikir, baiklah, saya tidak bisa mengubah apa pun yang telah terjadi, mari kita melangkah maju ke depan," ungkap Block menggambarkan ketegaran mentalnya dalam menghadapi situasi sulit tersebut. Ia menambahkan bahwa dirinya masih memerlukan sedikit waktu untuk melakukan refleksi diri agar benar-benar mampu memahami betapa besar pencapaian yang telah diukirnya sepanjang tahun ini, sekaligus memastikan agar drama kegagalan di penghujung musim tidak mengaburkan sejarah besar yang berhasil mereka torehkan bersama kru dan tim teknis di sepanjang kalender kejuaraan.
Baca Juga Kejurnas Reli Finlandia Adopsi Aturan Power Stage WRC Mulai 2027Musim kompetisi tahun ini memang menjadi panggung pembuktian bagi Block untuk menunjukkan kapasitas aslinya di balik kemudi mobil reli setelah sempat vakum selama dua tahun untuk fokus berkarier di ajang F1 Academy. Kerja keras tersebut terbayar ketika ia sukses mencatatkan namanya sebagai perempuan pertama yang mampu memenangkan sebuah putaran nasional ARA. "Tahun ini adalah tentang menunjukkan apa yang sebenarnya bisa saya lakukan dan, Anda tahu, mendapatkan kembali rasa hormat di dalam dunia reli setelah sempat absen selama dua tahun," tambahnya dengan penuh semangat.
Menatap masa depan, target utama pereli muda berbakat ini adalah mengamankan kursi kompetitif demi kelanjutan karier profesionalnya di dunia reli internasional. Keterbatasan finansial menjadi salah satu tantangan terbesar yang harus dihadapinya saat ini untuk bisa turun semusim penuh pada tahun mendatang. Melalui pencapaian impresif dan kecepatan kompetitif yang konsisten ditunjukkannya sepanjang musim ini, Block sangat berharap pintu-pintu kesempatan baru akan terbuka lebar. "Semoga saya telah membuka pintu-pintu kesempatan karena itulah yang saya butuhkan saat ini untuk melangkah lebih jauh," pungkasnya.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!