Mantan pembalap Formula 1 sekaligus pengamat Sky Sports, Karun Chandhok, melayangkan peringatan serius kepada Mercedes menyusul performa kurang maksimal dari paket upgrade aerodinamika terbaru mereka di paruh musim ini. Di tengah dominasi mereka di puncak klasemen sementara, tim asal Brackley tersebut dinilai harus merasa cemas karena komponen baru yang dibenamkan pada mobil belum mampu memberikan lonjakan kecepatan yang signifikan di atas lintasan balap.

Permasalahan ini semakin mencuat setelah penampilan yang dinilai stagnan dalam beberapa balapan terakhir, terutama ketika rival terdekat mulai menemukan momentum kemenangan. Meskipun Kimi Antonelli terus mendekati gelar juara dunia perdananya musim ini, kubu panah perak tampak kesulitan untuk membuka potensi penuh dari paket pengembangan W17, sebuah situasi yang memicu evaluasi mendalam dari para analis teknik paddock.

Berbicara dalam acara Sky Sports F1 Show, Karun Chandhok secara terbuka menyatakan bahwa akhir pekan di Grand Prix Singapura bukanlah sebuah pencapaian yang sepenuhnya positif bagi skuad Jerman tersebut. Dalam balapan tersebut, Kimi Antonelli berhasil mengamankan podium ketiga, sementara rekan setimnya yang memulai lomba dari posisi ke-19 akibat penalti komponen unit daya, berjuang keras hingga akhirnya mampu finis di zona poin pada peringkat kesembilan.

- Advertisement -
Advertisement

Menariknya, akhir pekan di Sirkuit Jalan Raya Marina Bay menyajikan perbandingan data yang cukup kontras di garasi tim. Kimi Antonelli mengandalkan spesifikasi mesin dan aerodinamika terbaru yang membawa perangkat upgrade, sementara George Russell terpaksa menggunakan spesifikasi lama. Meskipun sang pembalap muda Italia pada akhirnya finis lebih baik dari rekan setimnya, analisis mendalam menunjukkan bahwa peningkatan kecepatan yang dihasilkan tidak sesuai dengan ekspektasi awal tim teknik.

Dalam analisisnya, Karun Chandhok menjelaskan secara rinci dinamika performa yang terjadi selama sesi latihan bebas hingga babak kualifikasi utama. Pada sesi hari Jumat, mobil dengan spesifikasi versi lama yang dikemudikan oleh George Russell justru menunjukkan catatan waktu yang lebih kompetitif dibandingkan versi teranyar yang membawa komponen aerodinamika baru di tangan pembalap Italia tersebut.

"Saya pikir itu bukan akhir pekan yang sangat positif bagi mereka dalam hal itu, jika harus jujur. Pada hari Jumat, mobil dengan spesifikasi lama lebih cepat bersama George," ungkap Karun Chandhok memberikan penilaian teknis mengenai jalannya sesi latihan bebas di Singapura.

Ia juga menyoroti bagaimana George Russell harus menghadapi akhir pekan yang sulit setelah mengalami insiden kecelakaan pada sesi balap sprint, yang membuat sang pembalap Inggris harus memulai balapan utama dari posisi belakang. Meskipun demikian, catatan waktu di babak kualifikasi memperlihatkan bahwa jarak performa di antara kedua rekan setim tersebut tidak terlalu jauh, memperkuat indikasi bahwa komponen upgrade belum memberikan dampak revolusioner.

Baca Juga George Russell Menang F1 GP Australia 2026, Mercedes 1-2

"Ketika kita memasuki kualifikasi utama, George sedikit berada dalam posisi tertekan, jelas setelah kecelakaan di sesi sprint. Dia mengatakan dia hanya mencoba menjalani kualifikasi dengan aman dan melakukan tugas yang masuk akal. Dia tidak terlalu jauh dari Kimi, sejujurnya," imbuh sang pengamat menyoroti situasi garasi tim.

Berdasarkan pengamatan atas data dari dua balapan beruntun di Malaysia dan Singapura, Karun Chandhok menyimpulkan bahwa investasi besar pada paket upgrade aerodinamika belum terbayar secara optimal di atas lintasan. Kegagalan ini tentu menjadi pekerjaan rumah yang mendesak bagi para insinyur pabrikan untuk segera menemukan solusi sebelum rival-rival di belakang semakin memangkas jarak kompetitif.

"Jadi, apakah upgrade aerodinamika telah memberikan lonjakan performa yang besar? Saya pikir Anda harus mengatakan mungkin tidak, tidak di Malaysia maupun di Singapura. Jadi, saya pikir mereka akan merasa sedikit khawatir," tegas Karun Chandhok menutup analisisnya mengenai arah pengembangan teknis tim.

Meskipun menghadapi kendala teknis pada pengembangan mobil, posisi tim di kejuaraan dunia masih tampak aman berkat keunggulan poin yang telah dikumpulkan sejak awal musim. Kimi Antonelli saat ini kokoh memimpin klasemen sementara pembalap dengan perolehan 340 poin, unggul nyaman dari para pesaing terdekatnya dalam perburuan gelar bergengsi ajang balap mobil roda terbuka paling elit di dunia ini.

George Russell berada di peringkat kedua klasemen dengan mengantongi 238 poin, sementara posisi ketiga ditempati oleh pembalap Ferrari dengan raihan 229 poin. Dominasi konsisten sepanjang musim juga menempatkan pabrikan asal Brackley tersebut di singgasana puncak klasemen kejuaraan konstruktor dengan total raihan 578 poin, mengungguli rival abadi mereka di posisi kedua dan ketiga.

Mobil Mercedes F1 di garasi
Mercedes terus mencari solusi atas masalah performa paket upgrade aerodinamika terbaru pada sasis W17. (Foto: Dok. Motorsport)