Jorge Martin memutuskan untuk tidak menjalani operasi arm pump pada Senin, setelah finis kedua di Grand Prix Austria. Keputusan ini diambil setelah pembalap Aprilia itu memperlebar keunggulan menjadi 12 poin atas Marc Marquez di klasemen sementara MotoGP.

Sebelumnya, Martin sempat mengeluh masalah arm pump yang membuatnya turun ke posisi kelima di Misano. Ia pun berencana operasi setelah Austria. Namun, performa solid di Red Bull Ring—menang sprint dan finis kedua—membuatnya yakin tak perlu meja operasi. "Saya senang. Kondisi memang sulit karena saya tidak 100 persen, tapi jauh lebih baik daripada di Misano. Kami di jalur yang benar," ujarnya kepada MotoGP After the Flag.

Keputusan ini tentu melegakan Aprilia, yang sedang dalam momentum positif. Martin mengaku ingin fokus pemulihan dan bersiap menghadapi tur Asia bulan depan. "Operasi adalah risiko besar. Saya akan coba istirahat dan pulih dari dua balapan berat ini," tambahnya.

- Advertisement -
Advertisement

Di Austria, Martin memimpin awal balapan 28 lap, tetapi tak mampu menandingi kecepatan Pedro Acosta. "Saya tak punya cukup kecepatan untuk menang. Pedro sedang memperjuangkan sesuatu yang lebih dari sekadar kemenangan," akunya. Meski begitu, ia puas bisa menahan Marco Bezzecchi di belakang dan mengumpulkan poin penting.

Dengan absennya operasi, Martin berharap bisa tampil maksimal di sisa musim. Ia menyadari tekanan dari Marquez dan Ducati akan semakin besar, terutama di sirkuit-sirkuit Asia yang menuntut fisik prima. "Saya merasa dalam bentuk yang bagus dan lebih memahami motor. Ini kabar baik," tegasnya.

Baca Juga Bezzecchi Ungkap Kelemahan Pace Awal Sprint MotoGP Misano

Keputusan Martin ini juga menjadi sorotan di paddock. Banyak yang menilai bahwa ia mengambil risiko besar dengan tidak operasi, tetapi juga menunjukkan mental juara. Jika mampu mempertahankan performa, bukan tidak mungkin ia mengakhiri dominasi Ducati musim ini.

Sementara itu, Marc Marquez dan Ducati diprediksi akan bangkit di seri-seri berikutnya. Persaingan juara MotoGP 2026 semakin memanas, dan Martin harus tetap waspada. Tur Asia akan menjadi ujian sesungguhnya bagi konsistensi dan ketahanan fisiknya.