Insiden dramatis yang menimpa Team 18 di ajang balap ketahanan bergengsi Bathurst terus menjadi sorotan utama di paddock Supercars. Kegagalan Anton De Pasquale yang kehabisan bahan bakar saat memimpin balapan pada lap terakhir memunculkan banyak pertanyaan serius mengenai prosedur operasional tim, akurasi perangkat lunak strategi, hingga keputusan taktis yang diambil menjelang detik-detik akhir perlombaan.
Kesalahan fatal ini mengingatkan para penggemar pada kejadian serupa 12 tahun silam ketika Jamie Whincup kehilangan kemenangan di lap pamungkas. Namun, konteks yang melingkupi Team 18 sangatlah berbeda. Jika insiden masa lalu dipengaruhi oleh intervensi Safety Car dan pengabaian instruksi penghematan bahan bakar oleh pembalap, masalah yang dialami Team 18 murni merupakan kesalahan internal dalam kalkulasi strategi pit stop yang tidak disadari sejak awal.
Berdasarkan investigasi mendalam yang dirilis oleh tim, ditemukan adanya celah dalam perangkat lunak strategi bahan bakar internal mereka yang menyebabkan pengisian bahan bakar terakhir tidak memenuhi jumlah minimum yang dibutuhkan untuk merampungkan sisa jarak balapan. Perangkat lunak kalkulator stint akhir tersebut ternyata keliru mengasumsikan bahwa mobil telah terisi penuh pada pemberhentian sebelumnya, padahal tim sengaja melakukan pengisian parsial pada lap 123 demi merebut posisi lintasan.
Strategi awal tersebut sebenarnya membuahkan hasil positif ketika Anton De Pasquale berhasil memangkas jarak dan menempel ketat pimpinan lomba. Kru pit juga telah menjalankan tugas mereka dengan sangat baik saat pit stop terakhir, namun durasi pengisian bahan bakar yang diperintahkan ternyata kurang sekitar tiga detik dari rata-rata waktu yang dibutuhkan oleh kontestan lain di lintasan balap tersebut.
Baca Juga Aaron Fraser Kecewa Berat Usai Didepak PremiAir RacingSituasi semakin memburuk karena jajaran insinyur dan manajemen tidak segera menyadari kesalahan perhitungan tersebut secara cepat. Meskipun kecepatan mobil yang terlalu tinggi sempat memicu kecurigaan dari tim pesaing serta pengamat siaran televisi, pimpinan tim Adrian Burgess sempat menyatakan keyakinannya ketika diwawancarai saat balapan menyisakan 15 putaran lagi.
Instruksi baru mulai diberikan kepada pembalap ketika balapan memasuki 10 lap terakhir agar mulai menghemat konsumsi bahan bakar secara perlahan. Sayangnya, langkah tersebut sudah terlambat untuk menyelamatkan posisi terdepan, memaksa tim harus menerima kenyataan pahit kehilangan podium juara akibat kesalahan kalkulasi teknis yang seharusnya dapat dihindari.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!