Dunia balap Supercars kembali dihebohkan dengan keputusan mengejutkan di bursa pembalap, di mana Aaron Fraser secara resmi harus kehilangan kursi membalapnya lebih awal dari yang dijadwalkan bersama skuad PremiAir Racing. Berdasarkan laporan eksklusif dari Speedcafe, pembalap muda berbakat ini harus rela posisinya digantikan oleh talenta menjanjikan asal Erebus Motorsport, yakni Cooper Murray, yang langsung diikat dengan kontrak berdurasi panjang selama dua tahun ke depan.

Sepanjang musim kompetisi tahun ini, Aaron Fraser sejatinya bahu-membahu bersama rekan setimnya, Jayden Ojeda, untuk mengangkat performa tim di kasta tertinggi Supercars. Namun, dinamika garasi menunjukkan realitas yang berbeda di atas lintasan aspal. Fraser tercatat lebih sering kalah saing dan kurang konsisten jika dibandingkan dengan rekan setimnya yang notabene lebih muda serta memiliki pengalaman lebih sedikit di kategori utama kejuaraan mobil touring paling bergengsi di Australia tersebut.

Situasi semakin meruncing usai gelaran balap ketahanan ikonik Bathurst 1000 yang melelahkan. Hingga paruh musim krusial ini, Aaron Fraser tertahan di peringkat ke-21 dalam klasemen sementara kejuaraan pembalap. Sementara itu, Jayden Ojeda justru mampu tampil lebih cemerlang dan konsisten mengamankan posisi ke-14, sebuah gap performa yang pada akhirnya menjadi pertimbangan berat bagi manajemen tim untuk melakukan perombakan susunan pembalap.

- Advertisement -
Advertisement

Hanya berselang kurang dari setengah jam setelah pengumuman resmi perekrutan Cooper Murray dirilis ke publik oleh manajemen tim, Aaron Fraser langsung bereaksi keras melalui pernyataan terbuka di akun media sosial pribadinya. Tanggapan ini mencerminkan keterkejutan sekaligus rasa frustrasi mendalam atas pemutusan kerja sama yang datang secara mendadak dan di luar kendalinya sebagai seorang atlet profesional yang tengah berjuang membangun karier.

"Waktu saya bersama PremiAir Racing telah berakhir lebih cepat," ujar Aaron Fraser mengungkapkan situasi pelik yang dihadapinya. Pembalap tersebut dengan tegas menambahkan bahwa keputusan pahit ini sama sekali bukan berasal dari keinginan atau inisiatif pribadinya di dalam tim.

Baca Juga Benda Revolusi Suspensi Motor Cruiser Lewat Teknologi Elektronik

"Tentu saja, saya merasa sangat kecewa dengan bagaimana segala sesuatunya telah berkembang sejauh ini, tetapi saya tidak akan membiarkan keputusan ini mengurangi arti kerja keras yang telah saya curahkan sepanjang tahun ini," imbuhnya. Ia juga tidak lupa menyampaikan rasa terima kasih kepada orang-orang di dalam garasi yang tulus mendukung perjalanannya, serta kepada para sponsor dan keluarga tercinta.

Ini menjadi pil pahit kedua kalinya bagi Aaron Fraser mendapati dirinya terdepak tanpa kepastian kursi balap penuh di ajang Supercars. Sebelumnya, ia sempat kehilangan posisi utama ketika Tickford Racing terpaksa merampingkan operasi armadanya dari empat mobil menjadi hanya dua mobil saja pada penghujung musim 2023 yang lalu.