Honda siap merayakan tonggak sejarah besar dalam dunia balap motor. Tim pabrikan HRC akan turun dengan livery spesial edisi 60 tahun sejak debut di kelas premier pada 1966, dalam ajang MotoGP Jepang di Sirkuit Motegi akhir pekan ini. Pembalap Luca Marini dan Somkiat Chantra akan mengendarai RC213V dengan corak bersejarah tersebut, menghidupkan kembali semangat juang Honda di hadapan para penggemar sendiri.
Livery ini bukan sekadar hiasan. Honda pertama kali terjun ke kelas 500cc pada 1966, dan langsung memberikan perlawanan sengit. Legenda Mike Hailwood membawa RC181 finis runner-up di belakang Giacomo Agostini dari MV Agusta. Rekan setimnya, Jim Redman, memenangi dua balapan pembuka, dan Honda total meraih lima kemenangan dari sembilan seri. Sayang, Honda menarik diri dari kelas 500cc dari 1968 hingga 1979, sebelum akhirnya kembali dan menunggu hingga Freddie Spencer pada 1983 untuk meraih gelar pertama dari total 21 trofi juara dunia kelas premier—sebuah rekor yang masih bertahan hingga kini.
Di paddock Motegi nanti, Honda juga akan menurunkan formasi yang sedikit berbeda. Somkiat Chantra kembali ke MotoGP menggantikan Joan Mir yang masih dalam masa pemulihan. Pembalap Thailand itu akan memakai nomor #15, sementara Cal Crutchlow sebelumnya menggunakan #35 di awal musim. Selain itu, akan ada RC213V kelima untuk wildcard tuan rumah, Takaaki Nakagami, yang terakhir kali tampil menggantikan Mir di Austria. Kombinasi ini memberi Honda tambahan data dan sorotan di hadapan pendukung sendiri.
Bagi Honda, momen ini terasa istimewa sekaligus menantang. Sejak gelar terakhir Marc Marquez pada 2019, mereka belum lagi merasakan dominasi di kelas premier. Tekanan untuk kembali kompetitif semakin besar, terutama setelah beberapa musim terakhir yang naik-turun. Namun, semangat peringatan 60 tahun ini bisa menjadi pengingat akan warisan panjang dan menjadi motivasi ekstra bagi para pembalap serta tim teknis.
Baca Juga MotoGP Ceko: Pol Espargaro Puas Finis Dekat MarquezDari sisi strategi, kehadiran Nakagami sebagai wildcard memberikan keuntungan tersendiri. Ia sudah sangat familiar dengan karakter RC213V dan sirkuit Motegi, sehingga umpan baliknya bisa membantu pengembangan motor. Sementara Chantra, yang kembali setelah absen, perlu cepat beradaptasi dengan tekanan balapan kandang Honda. Duet Marini dan Chantra akan menjadi ujian bagi kedalaman skuad HRC di tengah cedera yang menimpa Mir.
Yang jelas, livery edisi 60 tahun ini bukan hanya soal estetika. Ini adalah simbol perjalanan panjang Honda dari era Hailwood hingga Marquez, dari kemenangan perdana hingga rekor 21 gelar. Para penggemar di Motegi akan menyaksikan langsung bagaimana sejarah dan ambisi bertemu di lintasan. Akankah livery bersejarah ini membawa keberuntungan? Jawabannya akan terungkap saat lampu start menyala pada hari Minggu.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!