Sesi kualifikasi Grand Prix Meksiko menyajikan drama luar biasa di lintasan tradisional Autodromo Hermanos Rodriguez. Lewis Hamilton sukses mencatatkan waktu tercepat dan mengamankan posisi start terdepan, yang menjadi pole position ke-105 sepanjang karier pebalap Inggris berusia 41 tahun tersebut sekaligus yang pertama bersama Scuderia Ferrari. Suasana paddock mendadak bergemuruh merayakan pencapaian monumental ini, mengungguli rekan setimnya serta para rival berat di barisan depan.
Kondisi lintasan pada sesi kualifikasi awal tergolong sangat ekstrem dengan suhu permukaan trek mendekati 50 derajat Celsius dan suhu udara mencapai 26 derajat Celsius. Faktor cuaca ini diperparah oleh hembusan angin yang lebih kencang dibanding sesi hari Jumat, menciptakan tantangan tersendiri dalam menjaga keseimbangan antara aerodinamika mobil dan performa ban Pirelli. Mantan pebalap F1 Juan-Pablo Montoya sempat memberikan analisis sebelum sesi dimulai bahwa kunci sukses di Meksiko terletak pada kemampuan merangkai lap tanpa cela di momen krusial.
Sebelum mesin dinyalakan, drama grid sudah terpampang nyata akibat sanksi penalti yang dijatuhkan kepada beberapa pebalap. Valtteri Bottas harus rela turun 50 posisi akibat pergantian komponen mesin pada mobil Cadillac miliknya, sementara Max Verstappen dan Liam Lawson masing-masing diganjar turun satu grid akibat insiden friksi mereka pada sesi latihan bebas kedua. Situasi ini langsung mengubah peta persaingan strategi babak kualifikasi secara keseluruhan.
Babak kualifikasi pertama (Q1) dimulai dengan sorotan publik tuan rumah yang tertuju pada pahlawan lokal Sergio Perez yang langsung turun ke lintasan bersama Cadillac, diikuti oleh duet Audi Nico Hulkenberg dan Gabriel Bortoleto. Namun, Perez langsung membuat kesalahan kecil pada flying lap pertamanya, sementara Fernando Alonso tampil gemilang membawa Aston Martin memimpin sementara waktu sebelum bencana teknis menimpanya.
Baca Juga Lando Norris dan McLaren Masuk Nominasi LaureusTimmediately, sebuah kebocoran pada sistem pendingin pemulihan energi memaksa pit wall Aston Martin memerintahkan Alonso untuk menghentikan mobilnya di trek. Keputusan darurat ini memicu keputusasaan Alonso yang sempat memukul setir kemudi karena merasa mesin masih berfungsi, berujung pada investigasi tambahan akibat kelalaian teknis melepas kemudi saat evakuasi.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!