Menyongsong akhir pekan penentuan di GP Meksiko, dinamika garasi Mercedes kembali menjadi sorotan utama paddock Formula 1 2026. George Russell, yang sempat tampil superior pada seri pembuka di Australia, harus menyaksikan rekan setimnya yang masih muda, Kimi Antonelli, melaju mulus menuju gelar juara dunia musim ini setelah mendominasi dengan sembilan kemenangan Grand Prix.
Situasi pelik yang dihadapi Russell mengundang perhatian dari mantan rekan setimnya, Lewis Hamilton. Juara dunia tujuh kali tersebut, yang kini memantau dari luar tim, memberikan pembelaan serta kata-kata penyemangat bagi pembalap Inggris itu. Hamilton meyakini bahwa rentetan hasil kurang maksimal yang didapat Russell lebih banyak disebabkan oleh kendala teknis pada kendaraannya ketimbang hilangnya kecepatan murni di atas lintasan.
Dalam sesi jumpa pers hari Kamis menjelang balapan akhir pekan, Hamilton membedah perbedaan nasib yang dialami kedua pembalap panutan pabrikan Jerman tersebut sepanjang kalender balap 2026. Menurut pengamatannya, Antonelli mendapatkan paket yang jauh lebih konsisten dan bebas masalah, sementara garasi sebelah justru kerap dirundung berbagai gangguan teknis yang menghambat momentum perolehan poin secara signifikan.
Hamilton menegaskan bahwa hambatan-hambatan mekanis tersebut telah menciptakan tantangan mental yang luar biasa berat bagi Russell. Meskipun demikian, pembalap senior tersebut tetap memuji kecepatan kilat yang sempat ditunjukkan oleh mantan rekan garasinya itu, terutama pada paruh awal musim ketika dominasi awal sempat berada di tangan sang juara GP Australia.
Lebih lanjut, peraih rekor kemenangan balapan F1 itu menyatakan keyakinannya bahwa mentalitas baja akan membantu Russell bangkit dari keterpurukan musim ini. Dilansir dari Crash.net, Hamilton menyatakan, "Saya tidak tahu persis tantangan apa yang terjadi karena tidak lagi berada di dalam tim, tetapi saya tahu ia mengalami banyak sekali masalah, jauh lebih banyak masalah yang terjadi pada mobil George musim ini."
Baca Juga Keputusan Insiden Lando Norris dan Oscar Piastri di GP SingapuraHamilton menambahkan, "Jadi saya pikir musim ini sangat, sangat menantang baginya, sedangkan Kimi mendapatkan musim yang jauh lebih mulus dalam hal minimnya masalah mobil sepanjang tahun. Namun Kimi juga mampu menampilkan performa impresif di setiap akhir pekan."
Menutup analisisnya mengenai situasi internal tim, Hamilton tetap memberikan apresiasi tinggi terhadap etos kerja yang selalu ditunjukkan oleh mantan rekan setimnya itu. "Jadi, saya pikir George memiliki kecepatan yang sangat baik, terutama di awal. Tapi situasinya seperti maju dua langkah dan mundur dua langkah. Saya tidak tahu pasti mengapa selisihnya bisa begitu besar, namun saya yakin ia akan bangkit kembali. Anda tahu, setiap akhir pekan ia selalu kembali dan memberikan kemampuan terbaiknya," pungkas sang juara dunia tujuh kali.
Saat ini, ketertinggalan poin antara kedua pembalap panutan panah perak tersebut terpaut hingga 123 angka di klasemen sementara Kejuaraan Dunia Pembalap F1 2026. Dengan hanya tersisa total 125 poin maksimal yang diperebutkan di sisa seri musim ini, peluang matematis bagi Russell memang masih terbuka, meski ia membutuhkan keajaiban luar biasa serta keberuntungan besar untuk membalikkan keadaan di sisa kompetisi.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!