Banten, Nusantara Media – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan bahwa Gunung Anak Krakatau masih berada pada Tingkat Aktivitas Level II (Waspada) per pengamatan terbaru.
Secara meteorologi, cuaca di sekitar gunung api tersebut cerah hingga berawan dengan angin bertiup lemah ke arah timur laut, timur, dan tenggara. Suhu udara berkisar 25-30,5 °C dan kelembaban udara 67,5-89,1 %.
Pengamatan visual menunjukkan gunung jelas hingga tertutup kabut tipis (0-I). Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis dan tinggi mencapai 10 meter di atas puncak kawah.
Pada sisi kegempaan, tremor menerus (microtremor) terekam secara kontinu dengan amplitudo 0,5-2 mm, didominasi 1 mm. Kondisi ombak laut di sekitar Selat Sunda dilaporkan tenang.
Rekomendasi utama dari PVMBG: Masyarakat, pengunjung, wisatawan, serta pendaki dilarang mendekati Gunung Anak Krakatau atau melakukan aktivitas dalam radius 2 km dari kawah aktif untuk menghindari potensi bahaya lontaran material atau erupsi mendadak.
Status Waspada Level II ini menunjukkan adanya peningkatan aktivitas vulkanik di atas normal, meski belum mencapai level Siaga. Masyarakat di pesisir Banten, Lampung, dan sekitar Selat Sunda diimbau tetap waspada, memantau informasi resmi dari PVMBG melalui situs Magma Indonesia atau BMKG, serta menghindari aktivitas berisiko di laut dekat gunung api.
Gunung Anak Krakatau, yang terletak di Selat Sunda antara Provinsi Banten dan Lampung, dikenal memiliki sejarah erupsi signifikan, termasuk yang memicu tsunami pada 2018. Meski saat ini aktivitas relatif stabil dengan tremor rendah dan asap tipis, potensi perubahan status tetap ada.
Pihak berwenang terus memantau secara intensif 24 jam melalui pos pengamatan. Masyarakat diminta tidak panik namun selalu mengikuti arahan resmi untuk menjaga keselamatan bersama.
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!