Marc Marquez kembali menjadi pusat perhatian paddock MotoGP jelang Grand Prix San Marino. Bukan karena kecepatannya di lintasan, melainkan sebuah foto latihan beban yang iaunggah di media sosial pekan lalu. Dalam foto tersebut, terlihat jelas atrofi otot di bahu kanannya, cedera yang ia alami akibat tabrakan dengan Marco Bezzecchi di awal GP Indonesia tahun lalu.

Keputusan Marc mempublikasikan foto itu langsung menuai beragam reaksi. Banyak yang memuji keterbukaannya, namun tak sedikit pula yang masih meragukan tingkat keparahan cedera delapan kali juara dunia tersebut. Di tengah spekulasi yang terus berkembang, adiknya, Alex Marquez, angkat bicara. Ia berharap langkah sang kakak dapat mengakhiri semua tanda tanya.

“Saya rasa Anda salah paham,” ujar Alex di Misano. “Pada akhirnya, menjawab pertanyaan yang sama di setiap grand prix itu melelahkan. Jadi, Anda publikasikan foto, dan selesai sudah.”

- Advertisement -
Advertisement

Pernyataan Alex muncul sebagai respons terhadap beberapa media dan forum online yang menuduh pembalap pabrikan Ducati itu melebih-lebihkan cederanya. Ada pula yang menilai Marc menggunakan alasan cedera untuk membenarkan performa buruknya, seperti saat kesulitan di Silverstone. Menurut Alex, foto tersebut adalah cara terbaik untuk menunjukkan realitas yang sebenarnya. “Dengan foto, mereka tidak bisa berspekulasi. Saya pikir itu demi ketenangan pikiran Marc. Ia tidak ingin membicarakan topik ini lagi. Publikasikan foto, selesaikan, dan fokus pada kejuaraan dunia, itu yang ia inginkan,” tegasnya.

Alex, yang membela Gresini Racing, yakin gambar tersebut juga menjelaskan mengapa Marc tampil inkonsisten sepanjang musim 2026. “Foto itu menjelaskan banyak hal yang terlihat tahun ini. Banyak orang tidak memahaminya, tapi itulah kenyataannya. Cedera terbaru telah mengubahnya banyak, karena Anda sudah terakumulasi terlalu banyak, tapi dari cedera sebelumnya [2020] ia sudah dalam masa pemulihan selama tiga tahun,” kenangnya.

Baca Juga Vinales Absen di Aragon MotoGP, Tech3 Panggil Pol Espargaro

Lebih lanjut, Alex mengungkapkan bahwa proses penyembuhan Marc tidak akan instan. “Ini bukan hanya operasi lalu boom, menang. Saat ini kondisinya seperti itu, dan para dokter tidak yakin, seperti yang dikatakan Samuel [Antuna], bahwa massa ototnya akan pulih, karena ada banyak atrofi akibat berapa kali mereka membedahnya,” jelasnya. “Tapi itulah yang ada. Jika ia ingin terus balapan, itu ada di tangannya. Dan seperti yang selalu saya katakan, Marc akan balapan sampai ia ingin, dan sampai ia merasa penderitaannya jauh lebih besar daripada kenikmatan di atas motor.”

Sejak menjalani operasi kedua dua bulan lalu, Marc memang masih mampu tampil kompetitif. Ia tercatat telah meraih empat kemenangan, meski belum kembali ke performa dominan seperti sebelum cedera. Situasi ini menambah tekanan bagi Ducati yang tengah bersaing ketat di klasemen. Sementara itu, para rival seperti Francesco Bagnaia dan Jorge Martin terus mengintai setiap celah yang ada.

Yang jelas, foto tersebut bukan sekadar unggahan biasa. Ia menjadi pernyataan tegas dari Marc bahwa ia tidak lagi ingin terjebak dalam spekulasi. Fokusnya kini tertuju pada balapan dan upaya mempertahankan gelar juara dunia. Akankah langkah ini efektif meredam keraguan? Hanya waktu yang akan menjawab, tapi satu hal yang pasti: Marc Marquez tidak akan menyerah begitu saja.