Prinsipal Tim Ferrari, Fred Vasseur, dengan tegas menolak untuk menyalahkan kondisi angin kencang sebagai kambing hitam atas kegagalan timnya mengonversi kecepatan impresif menjadi posisi start terdepan dalam sesi kualifikasi Formula 1 Grand Prix Amerika Serikat. Meskipun sempat mendominasi jalannya sesi latihan bebas di Circuit of the Americas, skuad Kuda Merah harus puas menempati posisi start yang kurang ideal untuk balapan utama hari Minggu.
Sepanjang sesi latihan, kecepatan mobil terlihat sangat menjanjikan dengan Charles Leclerc dan rekan setimnya tampil sebagai yang tercepat di berbagai sesi latihan bebas. Leclerc memimpin pada hari Jumat dengan menguasai FP1 dan FP2, sementara kecepatan maksimal juga sempat ditunjukkan dalam sesi latihan penutup sebelum kualifikasi resmi dimulai. Namun, situasi berubah drastis ketika memasuki fase krusial Q3 di mana pertarungan penentuan pole position mencapai puncaknya.
Alih-alih mengamankan baris terdepan, kedua pembalap hanya mampu mengamankan posisi start keempat dan kelima secara berurutan. Menanggapi hasil yang berada di bawah ekspektasi tersebut, Fred Vasseur secara terbuka menolak untuk berlindung di balik alasan hembusan angin yang sempat mengganggu putaran terbang terakhir para pembalap di atas lintasan. Ia justru menuntut adanya eksekusi yang jauh lebih baik dari seluruh anggota tim setelah kehilangan potensi besar yang sebenarnya sudah tergenggam sejak awal akhir pekan.
Dalam wawancaranya dengan Sky Sports F1, sang Prinsipal Tim mengungkapkan bahwa ada perasaan campur aduk di dalam garasi tim. Potensi untuk meraih hasil maksimal jelas terlihat sepanjang akhir pekan, namun kegagalan di tikungan-tikungan terakhir sesi penentuan membuat mereka harus membayar mahal. Vasseur menegaskan bahwa mengeluhkan faktor alam seperti angin adalah tindakan yang tidak tepat dan tidak berdasar, mengingat semua pesaing menghadapi kondisi cuaca yang persis sama di atas lintasan.
Baca Juga Ferrari Akui Masih Kurang Tenaga Meski Upgrade Mesin di MonzaLebih lanjut, pria asal Prancis tersebut menjelaskan bahwa memiliki kecepatan paket mobil yang kompetitif saja sama sekali tidak cukup dalam era modern ajang balap jet darat ini. Kesalahan kecil sekecil apapun serta selisih perhitungan sepersekian detik dapat berdampak masif pada hasil akhir, yang seketika mengubah status seorang pembalap dari pahlawan menjadi pesakitan hanya dalam satu tikungan saja. Meskipun demikian, secercah harapan tetap ada menatap balapan utama, mengingat pengalaman masa lalu di sirkuit yang sama menunjukkan potensi untuk bangkit dan meraih hasil gemilang terlepas dari posisi start awal.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!