Pabrikan ban ternama asal Jepang, Bridgestone, dikabarkan tengah berupaya keras untuk mengamankan kembalinya mereka ke ajang balap bergengsi Formula 1 dalam sebuah kejutan besar yang siap mengubah peta persaingan teknik motorsport global. Langkah agresif ini menandai keseriusan pabrikan tersebut untuk kembali menjejakkan kaki di panggung utama balap mobil roda terbuka, setelah terakhir kali menjadi pemasok resmi ban dunia pada musim 2010 silam.
Situasi perebutan pasokan ban di ajang F1 sendiri saat ini masih dipegang teguh oleh pabrikan asal Italia, Pirelli, yang telah bertindak sebagai pemasok ban tunggal eksklusif sejak tahun 2011. Dominasi Pirelli diperkirakan masih akan berlanjut dalam jangka panjang menyusul perpanjangan kontrak yang diaktifkan oleh badan pengatur balap dunia FIA pada bulan Juni tahun ini, di mana kontrak eksklusif tersebut mengikat hingga setidaknya berakhirnya musim 2028 mendatang.
Selain menyuplai kelas utama Formula 1, pabrikan asal Italia tersebut juga memegang kendali penuh atas pasokan ban untuk kejuaraan pendukung di bawahnya, yakni Formula 2, Formula 3, hingga ajang pembinaan talenta wanita F1 Academy. Dengan ikatan kontrak yang mengunci posisi tersebut, maka tahun 2029 diproyeksikan sebagai jendela paling awal bagi produsen ban alternatif manapun untuk dapat memenangkan tender resmi pemasokan ban F1.
Kendati demikian, gelagat ambisius dari kubu Jepang sudah mulai terlihat jelas di balik layar paddock. Berdasarkan laporan yang beredar, para pejabat tinggi Bridgestone terpantau secara intensif hadir langsung di beberapa seri grand prix dalam beberapa bulan terakhir, termasuk kemunculan strategis mereka di dua balapan pemungkas di Singapura dan Amerika Serikat untuk memantau langsung dinamika kompetisi.
Langkah serius ini tentu mengingatkan para pengamat pada era kejayaan masa lalu ketika Bridgestone terlibat dalam perang ban yang sangat ikonik melawan Michelin pada rentang tahun 1997 hingga 2006. Setelah era persaingan bebas tersebut usai, mereka sempat mengambil alih peran sebagai pemasok ban tunggal eksklusif selama empat musim penuh mulai dari 2007 sebelum akhirnya mundur dari grid utama.
Baca Juga Kimi Antonelli Peringatkan Rival: Performa Terbaik Saya Belum DatangAmbisi besar pabrikan Jepang ini tidak hanya berhenti di wacana Formula 1 saja, karena mereka tercatat akan segera mengambil alih posisi sebagai pemasok ban resmi untuk kejuaraan dunia Formula E mulai musim 2026-2027 mendatang. Di sisi lain, peta kekuatan motorsport global terus bergeser di mana Pirelli juga dipastikan akan mengambil alih peran sebagai pemasok ban tunggal untuk ajang balap motor roda dua MotoGP, Moto2, Moto3, dan MotoE mulai tahun 2027.
Keinginan pabrikan rival untuk menantang dominasi yang ada bukanlah cerita baru di paddock F1, mengingat sebelumnya Michelin juga pernah berupaya secara tidak sukses untuk memperebutkan tender pasokan ban dari tangan Pirelli sejak tahun 2017. Di tengah ketatnya persaingan komersial dan teknis ini, para pebalap Formula 1 sendiri kerap melontarkan kritik terbuka terhadap karakteristik ban Pirelli selama bertahun-tahun terkait berbagai kendala performa, di mana ban kompon basah penuh seringkali menjadi sasaran kritik paling tajam dalam beberapa musim terakhir.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!