Aksi memukau disajikan oleh Antonio Fuoco di hadapan publik sendiri dalam sesi kualifikasi penutup musim WEC 2026 di Sirkuit Monza. Mengandalkan mobil hypercar 499P, pembalap asal Italia tersebut sukses menorehkan catatan waktu tercepat di fase Hyperpole, sekaligus mengamankan posisi start terdepan dalam akhir pekan yang penuh gengsi ini. Penampilan impresif ini menegaskan dominasi pabrikan asal Maranello di kandang sendiri, memanfaatkan trek kering yang sebelumnya tidak tersentuh selama sesi latihan bebas akibat cuaca hujan.
"Magica pole di Antonio Fuoco che porta la sua 499P in testa alla classifica Hyperpole," demikian catatan dari garasi tim yang merayakan performa luar biasa sang pembalap. Ketiga mobil Ferrari yang turun berlaga selalu tampil kompetitif di atas lintasan kering, baik pada fase kualifikasi awal maupun penentuan Hyperpole. Hasil gemilang ini memberikan suntikan moral yang luar biasa bagi skuad Italia, mengingat pencapaian tersebut menjadi pole pertama bagi 499P di Monza pada penampilan pamungkasnya sebelum digantikan versi evolusi pada musim 2027 mendatang.
Dominasi skuad Kuda Jingkrak semakin kukuh dengan menempatkan dua mobil lainnya di baris kedua grid start. Performa solid dari Robert Kubica dan Antonio Giovinazzi memastikan posisi start keempat dan kelima, dikepung oleh persaingan ketat barisan depan. Hanya Mathieu Jaminet di atas mobil Genesis yang mampu memecah dominasi Italia dengan merebut posisi start kedua, terpaut sekitar empat sepersepuluh detik di belakang catatan waktu Fuoco yang tidak terkejar.
Sementara itu, drama besar justru terjadi di kubu rival dalam perebutan gelar juara dunia pembalap. Tim Toyota harus menelan pil pahit setelah kedua mobil GR010 hybrid mereka secara mengejutkan tersingkir sejak sesi kualifikasi awal. Kendala adaptasi di atas lintasan kering membuat sang kandidat juara harus puas memulai balapan esok hari dari barisan paling belakang, masing-masing menempati posisi start kelima belas dan keenam belas.
Baca Juga Auman V8 Ford Hypercar Mengguncang Lintasan Menuju Le MansSesi kualifikasi yang berlangsung di atas lintasan kering ini menuntut kemampuan adaptasi kilat dari seluruh tim, mengingat minimnya data pengujian akibat kondisi basah sebelumnya. Tantangan semakin berat dengan insiden kecelakaan yang melibatkan mobil GT Ferrari bernomor 296 di tikungan Ascari pada awal sesi, yang sempat memicu pengibaran bendera merah. Kendati demikian, ketangguhan teknis dan strategi matang mampu mengantar armada utama melenggang mulus menuju tangga juara kualifikasi.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!