Kejuaraan Dunia Motocross atau MXGP memang tengah memasuki masa jeda musim dingin di Eropa, namun atmosfer di balik layar justru memanas akibat manuver transfer yang melibatkan pabrikan raksasa seperti Yamaha dan rival abadi mereka. Jeda kompetisi ini dimanfaatkan oleh tim-tim pabrikan untuk merombak total struktur skuad mereka menyusul perubahan besar regulasi dan strategi jangka panjang yang mulai diterapkan dalam beberapa tahun ke depan.

Berdasarkan laporan eksklusif dari Speedweek, pabrikan asal Jepang tersebut memutuskan untuk melakukan restrukturisasi besar-besaran pada program balap mereka terhitung mulai musim mendatang. Salah satu keputusan paling mengejutkan adalah penarikan status tim pabrikan resmi di kelas MX2, yang otomatis menghentikan kerja sama strategis dengan sejumlah skuad pendukung termasuk struktur Kemea yang telah lama menjadi tulang punggung pengembangan pebalap muda mereka di kancah internasional.

Dampak domino dari perombakan total ini langsung dirasakan oleh pebalap muda berbakat asal Latvia, yaitu bersaudara Reisulis. Janis Reisulis yang baru berusia 18 tahun dan kakaknya Karlis Reisulis yang berusia 20 tahun, sukses mengamankan posisi impresif di peringkat keenam dan ketujuh klasemen akhir kelas MX2 pada musim balap yang baru saja berakhir. Kendati menunjukkan progres performa yang sangat menjanjikan, masa depan mereka sempat berada dalam ketidakpastian menyusul keputusan mundurnya struktur pabrikan utama tempat bernaung mereka sebelumnya.

- Advertisement -
Advertisement

Namun, situasi pelik tersebut kini mulai menemukan titik terang setelah bursa transfer pebalap MXGP bergerak dinamis ke kubu KTM. Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, Janis Reisulis dilaporkan semakin dekat untuk bergabung dengan skuad pabrikan utama Red Bull KTM. Jika kesepakatan ini resmi diumumkan, ia diproyeksikan akan menjadi rekan setim baru bagi pebalap tangguh Simon Langenfelder untuk menghadapi sengitnya persaingan ketat di kelas MX2 musim depan.

Sementara itu, sang kakak yakni Karlis Reisulis diprediksi tidak akan kalah kompetitif karena dikabarkan bakal tetap mendapatkan dukungan penuh berupa material motor pabrikan. Ia disebut-sebut bakal diplot untuk memperkuat skuad asal Belanda, tim Venrooy, yang siap memberikan fasilitas optimal demi menjaga momentum perkembangan karier sang pebalap muda di level tertinggi kejuaraan dunia motocross internasional.

Baca Juga Peluang Baru Digelar di Sirkuit Mount Panorama Bathurst

Tidak berhenti sampai di situ, kubu Mattighofener juga telah mengonfirmasi struktur pebalap mereka untuk musim mendatang di bawah naungan tim keluarga De Carli. Di kelas utama MXGP, mereka akan mengandalkan ketajaman pebalap andalan Maxime Renaux, sementara di kelas MX2 kursi pabrikan akan dipercayakan kepada talenta muda berbakat Valerio Lata untuk bahu-membahu meraih hasil optimal sepanjang musim kompetisi.

Perombakan besar-besaran yang dilakukan oleh pabrikan garpu tala ini sekaligus membuka lembaran baru dalam peta kekuatan kompetisi motocross dunia. Dengan berpindahnya sejumlah talenta kunci ke kubu pesaing utama, dinamika persaingan di kelas MX2 dan MXGP dipastikan akan menghadirkan tontonan yang jauh lebih kompetitif, teknis, dan penuh kejutan sejak seri pembuka tahun depan.