Kerja sama panjang antara pabrikan asal Jepang, Yamaha, dan tim balap asal Belanda, Ten Kate, resmi berakhir setelah dikonfirmasi langsung oleh pihak pabrikan. Keputusan ini menandai lembaran baru bagi Ten Kate yang dilaporkan bakal mengarungi musim WorldSSP dan WorldSBK dengan menggandeng pabrikan asal Tiongkok, QJ Motor, mulai musim 2027 mendatang. Perpisahan ini menutup delapan musim kebersamaan yang sarat akan prestasi gemilang di kancah balap motor internasional.

Sejarah mencatat bahwa Ten Kate merupakan salah satu struktur tim paling disegani di paddock WorldSSP. Sebelum bergabung dengan Yamaha pada tahun 2019, tim ini mengukir sejarah emas bersama Honda, mendominasi kelas Supersport dengan menyabet sembilan gelar juara dunia antara tahun 2002 hingga 2014 menggunakan motor CBR600RR. Tidak hanya itu, puncak kejayaan mereka di kelas utama WorldSBK juga diraih bersama Honda pada musim 2007 lewat penampilan impresif pembalap James Toseland di atas sadbor CBR1000RR.

Namun, dinamika paddock berubah ketika Honda memutuskan kembali turun sebagai tim pabrikan penuh pada tahun 2020, yang membuat Ten Kate tersingkir dari rencana utama mereka. Situasi tersebut memaksa Ten Kate untuk beralih haluan ke Yamaha pada 2019 dengan menurunkan satu pembalap di kelas Superbike, yakni Loris Baz. Langkah ini terbukti tepat setelah mereka sukses merengkuh gelar juara dunia Supersport berturut-turut pada musim 2021 dan 2022 bersama pembalap andalan Dominique Aegerter.

- Advertisement -
Advertisement

Dominasi Ten Kate berlanjut hingga tahun 2025 ketika era baru motor YZF-R9 di kelas Supersport dimulai, di mana gelar juara dunia berhasil dipersembahkan oleh pembalap Stefano Manzi. Meskipun pada musim berikutnya motor R9 kembali mendominasi di tangan pembalap AS Racing Albert Arenas, perjalanan Ten Kate harus berakhir dengan catatan di mana Can Oncu hanya mampu finis di peringkat keempat klasemen akhir setelah kalah saing dari Jeremy Alcoba pada seri penutup.

Menanggapi perpisahan ini, Andrea Dosoli selaku Manajer Divisi Motorsport Yamaha Motor Europe menyampaikan rasa terima kasih atas dedikasi dan kerja keras yang telah diberikan oleh struktur tim asal Belanda tersebut selama delapan musim terakhir. Catatan rekam jejak Ten Kate sebelum dan selama bersama Yamaha telah membantu pabrikan garpu tala menjadi pabrikan paling sukses dalam sejarah kejuaraan dunia Supersport.

"Kami ingin berterima kasih kepada Ten Kate atas segalanya selama delapan musim terakhir," ujar Andrea Dosoli dalam pernyataan resminya. "Rekor mereka di Kejuaraan Dunia Supersport sudah berbicara dengan sendirinya sebelum mereka bergabung dengan Yamaha pada 2019, dan menambahkan tiga gelar juara dunia ke dalam daftar prestasi telah berkontribusi menjadikan Yamaha sebagai pabrikan paling sukses dalam sejarah WorldSSP."

Baca Juga Kumpul Mantan Pembalap di Hockenheim, Keseruan IDM Tak Pernah Redup

Lebih lanjut, Dosoli tidak menampik rasa kecewanya atas keputusan skuad asal Belanda tersebut yang memilih jalur berbeda untuk masa depan mereka. "Kami kecewa melihat mereka memilih arah baru untuk 2027, tetapi kami harus berterima kasih kepada Ronald dan Gerrit Ten Kate beserta seluruh tim atas segala upaya mereka selama delapan tahun terakhir," imbuhnya.

Di sisi lain, langkah Ten Kate menuju QJ Motor menjadi sebuah pertaruhan besar mengingat performa pabrikan asal Tiongkok tersebut di lintasan. QJ Motor merupakan salah satu pelopor dari Tiongkok yang berkomitmen di paddock WorldSBK saat memasuki kelas Supersport pada tahun 2024. Kendati demikian, kiprah mereka sempat dibayangi oleh rival sekompatriotnya, ZX Moto, yang langsung tampil kompetitif dan finis di posisi kedua klasemen bersama Valentin Debise pada musim 2026, sementara QJ Motor sendiri belum pernah mencicipi podium di World Supersport.

Kolaborasi dengan Ten Kate diyakini akan menjadi titik balik bagi program pengembangan QJ Motor karena menyerahkan proyek motor SRK800RS ke tangan tim tersukses di sejarah World Supersport. Tantangan kini berada di pundak Ten Kate dan QJ Motor untuk membuktikan apakah paket teknis kuda besi tersebut sanggup bersaing secara konsisten di barisan terdepan kejuaraan dunia.