Aksi sengit langsung tersaji di lintasan Sirkuit COTA ketika Max Verstappen tampak begitu bersemangat untuk segera memulai sesi Latihan Bebas Kedua (FP2) USGP. Para pembalap langsung tancap gas begitu lampu hijau menyala, menandakan betapa krusialnya sesi ini untuk mencari pengaturan terbaik mobil menjelang akhir pekan balapan Grand Prix Amerika Serikat yang penuh tantangan teknis.

Namun, atmosfer kompetitif langsung memanas ketika sebuah insiden mendebarkan hampir terjadi di lintasan. Momen nyaris bersenggolan yang cukup dekat melibatkan George Russell dan Charles Leclerc. Insiden krusial tersebut langsung menarik perhatian para pengawas balapan atau stewards, yang kemudian mencatat kejadian itu untuk investigasi lebih lanjut guna memastikan standar keselamatan tetap terjaga di tengah ketatnya persaingan kecepatan tinggi.

Seiring berjalannya waktu, simualsi balap dengan menggunakan ban kompon lunak (soft tyres) mulai digelar secara intensif oleh seluruh tim. Di sinilah dinamika catatan waktu mulai menunjukkan perubahan drastis, di mana para pembalap saling bergantian mencatatkan waktu terbaik mereka di atas aspal Circuit of the Americas yang menuntut presisi tinggi dari setiap komponen aerodinamika.

- Advertisement -
Advertisement

Berdasarkan catatan waktu sementara di papan atas, pembalap andalan Scuderia Ferrari yaitu Charles Leclerc sukses keluar sebagai yang tercepat di akhir hari. Leclerc berhasil membukukan catatan waktu impresif 1 menit 35,291 detik. Meski demikian, keunggulan tersebut sangat tipis karena para rival terdekat terus memangkas catatan waktu mereka secara signifikan, menandakan bahwa perebutan posisi pole dan podium utama akhir pekan ini akan berlangsung sangat terbuka.

Baca Juga Norris: Saya Lebih Baik di Lintasan dan di Luar Dibanding Musim Juara

Di sisi lain, tidak semua pembalap menikmati sesi latihan yang berjalan mulus tanpa hambatan teknis maupun kesalahan balap. Rasa frustrasi, misalnya, harus dirasakan oleh Lando Norris di balik kemudi mobil McLaren miliknya. Pembalap asal Inggris tersebut sempat mengalami kunci roda belakang (locks the rears) yang memicu oversteer hebat saat memasuki area Tikungan 15, memaksa tim harus segera mengevaluasi data telemetri untuk memperbaiki kestabilan mobil.