Paolo Simoncelli, pemilik tim Sic58 Squadra Corse, melontarkan kritik tajam terhadap arah pengembangan MotoGP. Dalam blog terbarunya, ia menyesalkan kelas Moto2 dan Moto3 yang semakin terpinggirkan, meski balapan di kelas tersebut kerap menyuguhkan duel paling seru. Simoncelli bahkan menyebut kedua kelas itu "semakin tak terlihat" di mata publik.

Menurut Simoncelli, pengurangan ruang bagi kelas pendukung akan menggerus sejarah olahraga ini. Ia mengingatkan bahwa MotoGP bukan satu-satunya panggung yang pantas disorot. "Mengapa orang terus mencoba merusak tontonan yang murni dan sederhana ini? Seolah mereka hanya ingin menjual setengah dari keseluruhan cerita," tulisnya di situs tim, Sic58squadracorse.it.

Kritik ini muncul setelah akhir pekan di Aragon, di mana balapan Moto2 dan Moto3 berlangsung sengit hingga tikungan terakhir. Namun, Simoncelli menyayangkan siaran televisi yang hanya fokus pada empat pembalap terdepan, mengabaikan duel sengit di belakang mereka. "Mereka seperti berusaha menyembunyikan bagian paling menarik dari kelas ini," tegasnya.

- Advertisement -
Advertisement

Simoncelli juga menyoroti minimnya dukungan finansial bagi tim-tim Moto2 dan Moto3. Menurutnya, tanpa investasi yang memadai, mustahil bagi mereka untuk berkembang dan tampil maksimal. Ia membandingkan dengan kelas utama yang mendapat sorotan dan dana besar. "Mungkin sedikit dukungan finansial saja sudah cukup untuk membawa tim Moto2 dan Moto3 tumbuh setara dengan MotoGP," ujarnya.

Baca Juga Almansa Kejutkan di Menit Akhir, Tercepat di Moto3 FP1 Aragon

Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa risiko yang dihadapi pembalap muda di kelas bawah tidak kalah besar. "Saat mereka menutup gas, mengerem, atau menikung di kecepatan 150 km/jam, aspal yang sama bisa menghukum mereka," tulis Simoncelli. Namun, semangat muda justru membuat mereka nekat tampil di batas kemampuan.

Kritik ini menjadi pengingat bagi Dorna dan para pemangku kepentingan bahwa masa depan MotoGP tidak bisa dibangun dengan mengorbankan kelas pendukungnya. Sejarah panjang balap motor, dari era Nieto, Pons, hingga Biaggi, adalah fondasi yang harus dijaga. Jika tidak, Simoncelli khawatir generasi mendatang hanya mengenal MotoGP sebagai satu-satunya cerita.