Manajer tim Ducati Lenovo, Davide Tardozzi, dengan tegas menyatakan dukungannya terhadap keputusan kontroversial penyelenggara kejuaraan dunia balap motor Grand Prix yang membatalkan balapan utama di sirkuit Phillip Island. Pembatalan tersebut diambil bukan karena genangan air di lintasan akibat hujan lebat yang mengguyur sejak Minggu pagi hingga siang hari, melainkan disebabkan oleh masalah jarak pandang yang sangat buruk bagi helikopter medis darurat. Keputusan krusial ini diambil demi menjamin aspek keselamatan para pembalap yang berlaga di lintasan.
Meskipun pemimpin klasemen sementara kejuaraan, Marc Marquez, sempat mengungkapkan bahwa kondisi aspal sebenarnya masih dalam batas dapat diterima untuk balapan, Tardozzi memiliki pandangan yang sejalan. Ia menilai bahwa absennya armada helikopter medis akibat cuaca buruk menjadikan keputusan pembatalan sebagai langkah paling aman yang harus diambil oleh pihak Race Direction demi menghindari risiko fatal yang tidak diinginkan dalam dunia balap motor profesional.
Dalam wawancaranya bersama media TNT Sports, Tardozzi menjelaskan situasi teknis di lapangan secara mendalam. Ia mengakui bahwa pada masa lalu, para pembalap pernah menghadapi kondisi cuaca dan lintasan yang jauh lebih buruk dibandingkan hari Minggu tersebut. Namun, prinsip utama dalam dunia balap modern selalu menempatkan keselamatan di atas segalanya, sehingga keputusan pembatalan yang diambil oleh pengarah lomba sudah berada di jalur yang benar untuk melindungi para atlet.
Pembatalan balapan di Australia ini secara langsung berdampak pada peta persaingan perebutan gelar juara dunia musim ini, di mana Marquez kehilangan kesempatan emas untuk memperlebar jarak poin tanpa kehadiran rival terdekatnya di grid start. Pembalap Aprilia tersebut sebelumnya dinyatakan tidak fit untuk membalap akibat mengalami cedera patah tulang pergelangan tangan menyusul insiden kecelakaan keras yang menimpanya pada sesi Sprint race sehari sebelumnya.
Menanggapi implikasi besar terhadap perburuan gelar juara dunia tersebut, Tardozzi mengakui bahwa situasi itu memang merupakan momen yang sangat disayangkan bagi strategi timnya. Kendati demikian, ia menegaskan kembali bahwa aspek keselamatan individu para pembalap tetap menjadi prioritas mutlak yang tidak dapat ditawar dengan dalih apapun, termasuk perebutan poin klasemen. Jika standar keselamatan dasar seperti kehadiran helikopter medis tidak terpenuhi, maka prosedur standar balapan melarang dimulainya start.
Baca Juga Chase Carey Sebut MotoGP Tidak Bisa Asal Tiru Formula 1"Saya tahu bahwa itu adalah peluang besar untuk meraih poin, namun pada akhirnya, begitulah balapan, hal semacam ini bisa terjadi, dan kami sudah menatap ke depan menuju Malaysia," ujar Davide Tardozzi dalam keterangannya terkait dinamika perburuan gelar juara dunia yang semakin ketat menjelang penghujung musim balap tahun ini.
Meskipun meninggalkan Phillip Island dengan keunggulan sepuluh poin di puncak klasemen atas rival utamanya setelah sebelumnya tertinggal dua poin, hasil akhir di Australia tetap memberikan kelegaan tersendiri bagi kubu pabrikan Borgo Panigale. Terlebih lagi setelah pabrikan asal Italia tersebut sukses menyapu bersih seluruh podium pada sesi Sprint race sehari sebelumnya, yang membuktikan tingkat kompetitif motor mereka di berbagai karakter sirkuit dunia.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!