Presiden FIA, Mohammed Ben Sulayem, secara mengejutkan menyatakan tekadnya untuk mempertahankan Fernando Alonso di Formula 1. Pernyataan ini muncul hanya sehari setelah Alonso memberikan komentar misterius tentang masa depannya yang belum jelas menjelang Grand Prix Spanyol akhir pekan ini.

Kontrak Alonso dengan Aston Martin akan berakhir pada akhir musim, namun juara dunia dua kali itu belum memutuskan apakah akan terus balapan di F1 tahun depan atau beralih ke seri lain. Ben Sulayem menilai tidak "dapat diterima" jika Alonso meninggalkan F1 karena masalah performa tim saat ini.

"Tidak mungkin kita membiarkan Fernando Alonso, seorang juara hebat, pergi hanya karena keadaan," ujar Ben Sulayem dalam pidatonya di New Economy Forum di Madrid, Jumat. "Itu bukan cara yang tepat untuk meninggalkan panggung. Dia harus sukses dulu, lalu pergi kapan pun dia mau, bukan karena terpaksa pergi karena performa."

- Advertisement -
Advertisement

Ben Sulayem juga mengungkapkan bahwa ia telah berbicara dengan pemilik tim Aston Martin, Lawrence Stroll, mengenai upaya membantu tim yang berbasis di Silverstone itu meningkatkan performa. Meski tidak merinci langkah konkret, ia menegaskan komitmennya untuk melakukan perubahan. "Saya berbagi masalah, mobilnya tidak perform," lanjutnya. "Saya bertemu dengan pemiliknya, Lawrence, kemarin dan saya akan melakukan perubahan dan saya akan berbicara dengannya [Alonso] untuk mencoba mengubah pikirannya. Ini tidak dapat diterima."

Pernyataan Ben Sulayem ini menambah lapisan drama pada saga masa depan Alonso. Pembalap Spanyol itu sendiri belum memberikan kejelasan, dan tekanan semakin meningkat menjelang balapan kandangnya. Aston Martin saat ini tengah berjuang mengembalikan performa setelah musim lalu tampil menjanjikan namun musim ini tertinggal jauh dari rival-rivalnya.

Dalam pernyataannya, Ben Sulayem juga mengisahkan pertemuannya dengan Alonso. "Saya melihatnya sangat sedih dan saya berkata, 'Fernando, saya mengerti. Tidak dapat diterima bahwa Anda datang ke negara Anda sendiri sebagai juara dunia dua kali dan Anda berada di posisi terakhir.' Kami melakukan sesuatu di bulan Mei, secara legal, untuk tim, menuju mesin, untuk pergi dan meningkatkan performa."

Baca Juga Verstappen Perpanjang Kontrak Red Bull Hingga 2030

Ia menambahkan bahwa ia meminta Alonso untuk berbicara terbuka tentang apa yang dibutuhkan untuk memperbaiki hasil. "Kemudian saya berkata kepadanya, 'Saya tidak akan memberi tahu Anda apa yang akan kami lakukan. Tolong beri tahu saya apa yang Anda inginkan karena Anda pembalapnya - katakan apa yang Anda ingin kami lakukan untuk meningkatkan hasil ini.' Tiba-tiba Anda melihat semuanya berubah dan kemudian saya mendapat telepon dan saya mengadakan pertemuan kemarin. Kami di sini juga untuk mendukung."

Pernyataan Ben Sulayem ini tentu menimbulkan pertanyaan tentang sejauh mana peran FIA dalam urusan tim. Meski demikian, niatnya untuk mempertahankan Alonso di F1 patut diapresiasi, mengingat Alonso masih menjadi salah satu daya tarik utama olahraga ini. Keputusan akhir tetap ada di tangan Alonso, namun tekanan dari berbagai pihak, termasuk FIA, bisa menjadi faktor penentu.

Dengan Grand Prix Spanyol yang akan digelar akhir pekan ini, semua mata akan tertuju pada Alonso dan Aston Martin. Apakah Ben Sulayem akan benar-benar turun tangan? Ataukah ini hanya upaya retoris untuk menyelamatkan wajah F1? Yang jelas, masa depan Alonso masih menjadi teka-teki yang menarik untuk diikuti.