Kimi Antonelli tampil luar biasa di GP Italia dengan meraih kemenangan pertamanya di depan publik sendiri, meski harus start dari posisi paling belakang. Pembalap Mercedes itu menunjukkan kelasnya dengan comeback yang dramatis di sirkuit kecepatan tinggi Monza.

Kemenangan Terbesar Antonelli

Ini mungkin pukulan terbesar yang diberikan Antonelli kepada George Russell dalam perebutan gelar sejauh ini. Jika sebelumnya belum jelas, kini Antonelli tampil di level berbeda—bukan hanya dibanding rekan setimnya, tapi bisa dibilang mengungguli semua orang. Monza seharusnya menjadi peluang besar Russell untuk memangkas poin, dengan Antonelli yang harus start dari pit lane karena mengganti komponen unit tenaga. Namun, hanya butuh 15 lap bagi Antonelli untuk naik ke posisi kedua di belakang Russell dan ikut bertarung memperebutkan kemenangan. Pit stop sempat mengganggu duel itu, tapi Antonelli kembali memimpin dan akhirnya menang. Upaya overtake pertamanya memang sedikit kasar, tapi tak ada yang bisa menghentikannya pada Minggu itu.

Monza Ekspos Kelemahan McLaren

McLaren gagal meraih kemenangan ketiga beruntun. Tim asal Woking itu datang ke GP Italia dengan dua kemenangan beruntun lewat Lando Norris di Hungaria dan Belanda, tapi mereka sadar Monza akan menjadi ujian krusial bagi MCL40. Hungaroring dan Zandvoort yang penuh tikungan kecepatan menengah sangat berbeda dengan Monza yang didominasi trek lurus dan chicane. Andrea Stella, prinsipal tim, sempat memperingatkan bahwa meniru performa terakhir mereka di Italia akan sulit. Sayangnya, peringatan itu terbukti benar; MCL40 gagal dalam ujian Monza. Apakah hasil kualifikasi akan berbeda jika tim 'tampil sesuai level yang seharusnya' seperti kata Stella? Yang jelas, di balapan, baik Oscar Piastri maupun Norris tak mampu memberi perlawanan berarti.

- Advertisement -
Advertisement

Debrief Ferrari Mulai Menarik

Seiring berjalannya musim, dan Lewis Hamilton masih bersaing untuk gelar, wajah ramah di Ferrari mulai menunjukkan retakan. Meski tak secara terang-terangan meminta prioritas, Hamilton tidak sungkan mempertanyakan mengapa Scuderia tidak memaksimalkan peluang untuk bersaing di kejuaraan pembalap. Kebetulan atau tidak, Charles Leclerc tampak membalap agresif melawan rekan setimnya di awal balapan, nyaris tak memberi ruang di luar Tikungan 2 saat Hamilton mencoba menyalip. Manuver Leclerc sebenarnya tidak salah, tapi bisa jadi ini sinyal dinamika internal yang mulai memanas.

Baca Juga Mayoritas Fans Nilai FIA Keliru Soal Rasio Kompresi