Bayang-bayang cuaca ekstrem kembali menghantui paddock MotoGP setelah pekan lalu dunia balap harus menelan pil pahit akibat pembatalan balapan utama di Australia. Kenangan pahit di Phillip Island, di mana kondisi cuaca buruk memaksa pengelola membatalkan agenda GP Australia karena helikopter medis tidak dapat terbang akibat jarak pandang yang minim, kini menyisakan kekhawatiran tersendiri jelang bergulirnya seri berikutnya di Asia Tenggara.
Kini, sirkuit kebanggaan Malaysia bersiap menyambut kedatangan para pembalap kelas dunia dengan tantangan cuaca tropis yang dikenal sangat sulit ditebak. Berdasarkan data prakiraan cuaca terkini yang dirilis oleh accuweather.com, akhir pekan ini di Sepang diprediksi akan diwarnai oleh tingkat kelembapan yang sangat tinggi serta temperatur udara yang konsisten berada di angka di atas 30 derajat Celsius, sebuah kondisi fisik yang selalu menguras tenaga para ridres.
Ancaman hujan lebat bahkan diproyeksikan sudah mulai menguji kesiapan teknis para tim pabrikan sejak sesi latihan bebas hari pertama pada Jumat. Kondisi ini tentu menuntut para insinyur bekerja ekstra keras dalam menemukan pengaturan motor yang tepat di atas lintasan basah, mengingat karakteristik aspal Sepang yang memiliki daya cengkeram spesifik saat diguyur air hujan tropis yang lebat.
Meskipun ada sedikit angin segar dengan perkiraan cuaca yang sedikit bersahabat menjelang sesi balapan Sprint pada hari Sabtu, para penggemar dan tim tidak boleh lengah. Prediksi cuaca menunjukkan bahwa badai petir dan hujan deras berpotensi besar kembali menghantam area sirkuit tepat pada hari pelaksanaan balapan utama hari Minggu, mengulang skenario menegangkan yang tidak diinginkan oleh semua pihak.
Baca Juga Ketidakpastian Masa Depan Toprak Razgatlioglu di MotoGP Jelang Usia 30Situasi ini praktis membuat seluruh strategi ban dan pemilihan kompon menjadi elemen paling krusial bagi setiap tim yang berlaga di Sepang. Dilansir dari FormulaPassion, kombinasi suhu lintasan yang panas dan kelembapan ekstrem yang diselingi curah hujan tinggi selalu menjadi ujian terberat bagi ketahanan fisik atlet serta keandalan mesin motor prototipe di kasta tertinggi balap roda dua dunia.
| Jadwal Sesi | Kondisi Cuaca | Suhu Maksimum | Kecepatan Angin | Kecepatan Embusan | Peluang Hujan |
|---|---|---|---|---|---|
| Jumat, 30 Oktober | Badai petir di beberapa wilayah | 32 derajat Celsius | SSE 6 km/jam | 17 km/jam | 55% |
| Sabtu, 31 Oktober | Cerah berawan | 33 derajat Celsius | SE 6 km/jam | 19 km/jam | 25% |
| Minggu, 1 November | Potensi badai petir | 34 derajat Celsius | S 7 km/jam | 20 km/jam | 65% |
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!