Lampung Selatan,Nusantara Media  — Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang terletak di perairan Lampung Selatan, Provinsi Lampung, masih menunjukkan dinamika yang signifikan. Berdasarkan laporan resmi dari Pos Pengamatan Gunungapi Anak Krakatau untuk periode pengamatan Kamis, 3 September 2026 pukul 06.00 hingga 12.00 WIB, gunung api dengan ketinggian 157 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini masih mempertahankan status kegiatannya pada Level III (Siaga).

​Dalam laporan MAGMA-VAR tersebut, terekam aktivitas kegempaan yang cukup intensif selama enam jam pengamatan. Tercatat sebanyak 9 gempa Hembusan dengan amplitudo 13-29 mm dan durasi 18-44 detik. Selain itu, aktivitas kegempaan didominasi oleh 48 gempa Low Frekuensi beramplitudo 10-44 mm serta 49 gempa Hybrid atau Fase Banyak beramplitudo 10-38 mm dengan durasi masing-masing berkisar antara 7 hingga 22 detik tanpa jeda waktu S-P yang signifikan. Tremor menerus (microtremor) juga terekam dengan amplitudo fluktuatif antara 0,5 hingga 5 milimeter, di mana nilai 1 milimeter menjadi dominasi harian.

​Secara visual, kondisi meteorologi di sekitar kawasan gunung terpantau cerah hingga berawan dengan angin bertiup lemah hingga sedang mengarah ke barat laut. Suhu udara di sekitar lokasi berkisar antara 26,5 hingga 31,6 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan udara mencapai 61 hingga 78 persen. Visual gunung terpantau jelas hingga tertutup kabut tingkat 0-III. Asap kawah utama teramati berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang, menjulang setinggi 20 hingga 150 meter dari atas puncak kawah.

- Advertisement -
Advertisement

​Menyikapi kondisi ini, Badan Geologi melalui PVMBG mengeluarkan rekomendasi tegas bagi masyarakat umum, pengunjung, wisatawan, maupun para pendaki. Seluruh pihak diimbau untuk tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau serta dilarang keras melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif. Langkah preventif ini diambil guna menghindari potensi bahaya lontaran material pijar, abu vulkanik pekat, atau gas berbahaya yang sewaktu-waktu dapat mengancam keselamatan seiring fluktuasi aktivitas vulkanik yang tinggi.

Baca Juga Kepadatan Lalu Lintas Menuju Pantai Anyer Meningkat

​Masyarakat diimbau untuk senantiasa memantau perkembangan informasi resmi terkini melalui kanal terpercaya dari PVMBG dan tidak mudah terpancing oleh informasi atau berita hoaks terkait aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang disebarkan oleh pihak tidak resmi.