Nusa Tenggara Timur,Nusantara Media  — Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) Rumah Yatim terus memperkuat aksi kemanusiaan bagi masyarakat terdampak bencana gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan disalurkan langsung oleh relawan ke sejumlah titik pengungsian untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar para penyintas.
Pada Senin (7/9/2026), tim relawan Rumah Yatim bergerak ke wilayah Waekokak. Sebanyak 15 paket sembako dan 20 paket makanan ringan untuk anak-anak disalurkan kepada warga terdampak.


Aksi kemanusiaan tersebut kembali dilanjutkan pada Selasa (8/9/2026) dengan menyasar kawasan pesisir pantai di Nangadhero. Di lokasi tersebut, Rumah Yatim menyerahkan 30 paket sembako dan 35 paket makanan ringan kepada para penyintas.


Bantuan yang berasal dari para donatur tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban warga yang masih menghadapi situasi sulit pascabencana. Paket sembako digunakan untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga, sementara makanan ringan diberikan kepada anak-anak sebagai bentuk perhatian dan dukungan moril selama berada di pengungsian.

- Advertisement -
Advertisement

Habib, salah seorang relawan Rumah Yatim yang terjun langsung ke lokasi, menegaskan bahwa bantuan tersebut bukan sekadar penyerahan paket makanan, tetapi merupakan bentuk kepedulian dan amanah para donatur yang harus sampai kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
“Kami datang ke sini membawa amanah dari para donatur yang memiliki kepedulian terhadap saudara-saudara kita yang terdampak gempa di NTT. Kami ingin memastikan bahwa kepedulian itu benar-benar sampai dan bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Habib saat berada di lokasi pengungsian.
Menurut Habib, kondisi para penyintas yang masih bertahan di tenda-tenda pengungsian membuat kebutuhan pangan dan perhatian dari berbagai pihak masih sangat diperlukan.
“Sebagian warga masih bertahan di tenda-tenda darurat yang lokasinya tidak jauh dari pemukiman mereka. Dalam kondisi seperti ini, kebutuhan sehari-hari tentu menjadi perhatian utama. Karena itu, kami berharap bantuan sembako ini bisa membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga, sementara makanan ringan setidaknya bisa memberikan kebahagiaan kecil bagi anak-anak,” katanya.
Habib juga menegaskan bahwa kehadiran relawan bukan hanya untuk menyerahkan bantuan, tetapi juga untuk memberikan semangat kepada masyarakat agar tidak merasa sendirian dalam menghadapi masa sulit.
“Bagi kami, bantuan ini bukan hanya soal berapa banyak paket yang bisa disalurkan. Yang paling penting adalah bagaimana masyarakat tahu bahwa masih banyak orang yang peduli dan mendoakan mereka. Kami ingin hadir bersama mereka, mendengarkan kondisi mereka, dan memberikan semangat agar mereka tetap kuat menghadapi situasi ini,” tutur Habib.
Ia berharap kondisi masyarakat terdampak gempa dapat segera membaik sehingga para penyintas bisa kembali menjalani kehidupan secara normal.
“Kami berharap masyarakat di sini diberikan ketabahan, kesabaran, kesehatan, dan kekuatan. Mudah-mudahan situasi segera pulih, sehingga warga bisa kembali ke rumah dan menjalani kehidupan seperti sediakala,” tambahnya.
Habib menyampaikan bahwa Rumah Yatim akan terus membuka ruang kepedulian bagi masyarakat luas yang ingin ikut membantu para penyintas bencana.

Baca Juga Ketegangan Memuncak di Desa Kerta: Warga Mogok Kerja Tuntut Pemberhentian Kepala Desa


“Kami mengajak masyarakat yang memiliki kemampuan untuk bersama-sama membantu saudara kita yang sedang menghadapi musibah. Tidak harus menunggu menjadi orang besar untuk berbagi. Sedekah yang kita berikan, sekecil apa pun, ketika sampai kepada orang yang membutuhkan, insyaallah memiliki arti yang besar bagi mereka,” pungkasnya.