Persaingan sengit terjadi di lintasan Mandalika ketika Pedro Acosta dan Marc Marquez terlibat dalam aksi saling mengalah yang tidak biasa pada balapan utama Grand Prix Indonesia. Pertarungan yang awalnya menjanjikan perebutan posisi penting berubah menjadi tontonan yang membingungkan akibat regulasi teknis yang mengekang para pembalap.
Acosta yang memulai balapan dari posisi kesembilan sempat mengalami awal yang lambat, sementara Marquez melesat dari barisan kedua untuk bersaing di barisan depan. Namun dinamika balapan berubah ketika Acosta mulai merangsek naik dan terlibat duel memperebutkan posisi keempat melawan juara dunia tersebut di sirkuit Mandalika.
Masalah bermula ketika Acosta berhasil melewati Marquez dan berada di udara bersih tanpa ada pembalap lain di depannya. Tekanan ban depan motornya yang disetel untuk bertarung di dalam rombongan langsung memicu lampu peringatan di dasbor, memaksanya mencari cara untuk menaikkan suhu ban agar tetap sesuai regulasi minimum Michelin.
Situasi pelik ini berujung pada aksi kucing-kucingan di mana kedua pembalap saling bergantian melambat dan mempersilakan lawannya mendahului. Acosta bahkan mengakui bahwa aksi saling memberi jalan tersebut membuat mereka terlihat seperti keledai di hadapan para penonton yang memadati sirkuit.
Baca Juga Bastianini Ungkap Minat Lama ke Aprilia Sejak 2020Maksud kami, kami terlihat seperti keledai, ujar Acosta kepada The Race setelah balapan usai. Saya pikir dia mengalami masalah yang sama seperti saya, karena dia juga membiarkan saya lewat, tetapi saya tidak tahu pasti apa alasannya.
Akibat aksi saling tunggu tersebut, Ai Ogura yang berada di belakang berhasil memburu dan menyalip keduanya tanpa kesulitan berarti. Insiden ini sekali lagi menyoroti kontroversi seputar aturan tekanan ban depan MotoGP yang kerap memicu situasi balapan yang tidak wajar demi menghindari sanksi regulasi.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!