Pekan balapan MotoGP di Mandalika sejatinya menyuguhkan potensi besar bagi Raul Fernandez. Sejak sesi latihan bebas hari Jumat, pembalap Trackhouse tersebut langsung mencatatkan putaran tercepat dalam rekor waktu yang impresif. Ketangguhan motor Aprilia RS-GP terbukti sangat cocok dengan karakter Sirkuit Internasional Mandalika, sebuah tren positif yang juga dikonfirmasi oleh para pembalap pabrikan lainnya sepanjang sesi latihan hari Jumat dan Sabtu. Potensi besar ini kian nyata ketika sang pembalap bernomor start 25 sukses mengamankan posisi start terdepan di barisan terdepan melalui sesi kualifikasi yang kompetitif.

Namun, impian meraih hasil gemilang di sesi balapan sprint harus kandas seketika di tikungan pertama. Memulai balapan dari posisi terdepan, Fernandez sempat kehilangan beberapa meter di garis start, sehingga ia harus memasuki tikungan pertama dari sisi luar, tepat berada di belakang Marco Bezzecchi, Marc Marquez, dan Fabio Di Giannantonio. Insiden bermula ketika Bezzecchi terpaksa mengambil jalur yang sedikit melebar, membuat pembalap asal Italia tersebut memotong jalur tepat di depan Fernandez dan berujung pada senggungan fatal yang menjatuhkan keduanya ke gravel dalam sekejap.

Menanggapi insiden yang memupus peluang emasnya, Fernandez melontarkan kritik tajam dalam sesi konferensi pers usai balapan. Ia menyoroti risiko besar yang dihadapi para pembalap di atas lintasan berkecepatan lebih dari 300 kilometer per jam. Kesalahan manusiawi diakui bisa terjadi pada siapa saja termasuk dirinya sendiri, tetapi tindakan mendorong pembalap lain keluar lintasan adalah hal yang memicu kemarahannya secara mendalam. Ia menegaskan bahwa para pembalap mempertaruhkan keselamatan fisik mereka setiap akhir pekan.

- Advertisement -
Advertisement

Dalam penjabaran teknis jalurnya, Fernandez menjelaskan bahwa ia berupaya menjaga posisi motornya tetap berada di tengah lintasan selepas start guna menutup celah dari pembalap lain di belakang. Sebaliknya, Bezzecchi dinilai melakukan manuver agresif dengan mengambil alih jalur luar dan secara sengaja mendesaknya keluar batas ideal sirkuit. Menurutnya, pendekatan tersebut menunjukkan minimnya rasa hormat di antara sesama penunggang mesin pabrikan yang sama, padahal pihak manajemen tim telah mewanti-wanti agar seluruh pembalap menjaga sikap sportif di atas lintasan.

Baca Juga Jack Miller: Elemen Unik Suzuka 8 Hours Terasa Menyenangkan

Dampak dari insiden ini dinilai tidak hanya merugikan kubu Trackhouse, tetapi juga memberikan keuntungan besar bagi pabrikan rival asal Bologna. Fernandez menyayangkan keputusan strategi rekan sesama pengguna motor Italia tersebut yang justru membuka jalan kemenangan bagi kompetitor lain, mengingat dirinya sudah tidak berada dalam jalur perebutan gelar juara dunia. Walaupun demikian, ia secara sportif mengakui bahwa insiden tersebut berada di area abu-abu regulasi sehingga pengawas balapan tidak perlu menjatuhkan sanksi penalti kepada Bezzecchi.

Masa depan akhir pekan balapan GP Indonesia bagi sang pembalap kini berada dalam ketidakpastian besar akibat potensi cedera fisik yang dialaminya. Kerusakan dan benturan keras pada sesi sprint dikhawatirkan telah merusak keseluruhan agenda balapan utamanya pada hari Minggu. Keputusan turun atau tidaknya ke lintasan baru akan ditentukan melalui sesi pemanasan di pagi hari, meski kondisi kebugarannya belum memberikan jaminan pasti untuk mengikuti perlombaan puncak.