Hujan bisa menjadi bintang utama di Grand Prix Bahrain Malaysia akhir pekan ini. Untuk pertama kalinya di musim 2026, sesi basah mungkin terjadi, mengingat ramalan cuaca yang memperkirakan hujan akan mengguyur Sirkuit Internasional Sepang sepanjang akhir pekan.
Sejauh ini, Formula 1 belum pernah menggelar satu sesi pun di kondisi basah dengan mobil regulasi 2026. Padahal, musim telah melewati 15 balapan tanpa hujan yang berarti. Miami sempat menggeser jadwal tiga jam lebih awal untuk menghindari badai, tetapi balapan tetap kering. Kanada dan Belgia juga diprediksi hujan, namun nyatanya kering.
Namun, situasi bisa berubah drastis di Malaysia. Menurut ramalan cuaca BBC, hujan berpotensi menghantam kelima sesi di akhir pekan GP Bahrain Malaysia. Suhu panas dan lembap diperkirakan menyelimuti sirkuit, dengan risiko badai petir pada Sabtu dan Minggu. Cuaca di Malaysia memang terkenal tak terduga, dan Sirkuit Internasional Sepang sering dilanda hujan deras tiba-tiba.
Sejarah mencatat betapa besar pengaruh cuaca di Malaysia. Pada 2009, balapan dihentikan di tengah lomba akibat badai hebat, dan poin hanya diberikan setengah. Tiga tahun berselang, pada 2012, balapan juga sempat dihentikan sementara karena kondisi lintasan yang tidak aman. Kini, para pembalap dan tim harus bersiap menghadapi kemungkinan serupa.
Yang menarik, GP Bahrain Malaysia kali ini juga telah dinyatakan sebagai balapan dengan status heat-hazard, yang ketiga musim ini. Status ini diberikan karena suhu diperkirakan melewati 31 derajat Celsius selama balapan. Kombinasi panas ekstrem dan potensi hujan bisa menjadi ujian fisik dan strategi yang luar biasa bagi semua tim.
Baca Juga Tom Clarkson Absen di GP Bahrain Malaysia, Akhiri 28 TahunBagi sebagian tim, ini akan menjadi pengalaman pertama menjalankan mobil 2026 di kondisi basah. Hanya beberapa tim yang sempat mencicipi trek basah saat shakedown di Barcelona. Kini, mereka harus siap menghadapi skenario yang belum pernah terjadi: balapan di tengah hujan dengan regulasi baru yang belum teruji.
Max Verstappen, yang memenangi balapan terakhir F1 di Malaysia pada 2017, tentu tak ingin kehilangan momentum. Namun, hujan bisa menjadi faktor penyeimbang yang mengacak prediksi. Apakah hujan benar-benar turun? Kita tunggu saja di Sepang.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!