Dunia balap Formula 1 kembali dihebohkan dengan perang urat syaraf di luar lintasan, kali ini melibatkan mantan prinsipal tim Red Bull, Christian Horner, dan mantan pemenang Grand Prix Ralf Schumacher. Ketegangan bermula ketika Horner melontarkan sejumlah pernyataan kontroversial mengenai hubungannya yang retak dengan penasihat senior Red Bull, Helmut Marko, dalam sebuah wawancara eksklusif baru-baru ini dengan media Jerman, Bild, yang langsung memicu reaksi tajam dari berbagai pihak di dalam paddock F1.

Christian Horner, yang memimpin skuad yang berbasis di Milton Keynes tersebut selama dua dekade penuh dari 2005 hingga 2025 dan sukses mempersembahkan delapan gelar juara dunia pebalap, kini tengah gencar mempromosikan buku terbarunya. Sejak didepak dari posisinya di tengah musim 2025, ia terus mencari celah untuk kembali ke kasta premier motorsport ini, meski berbagai rumor pendekatan ke tim rival sejauh ini belum membuahkan hasil nyata apa pun di atas meja negosiasi.

Dalam wawancara tersebut, Horner secara terbuka mengungkapkan kekecewaannya yang mendalam terhadap keterlibatan Helmut Marko dalam proses pemecatannya. Ia menyatakan bahwa situasi tersebut terasa sangat menyakitkan karena terjadi di saat-saat personal yang paling rentan dalam hidupnya, di mana mantan pasangannya sekaligus ibu dari putrinya baru saja meninggal dunia, namun ia mengeklaim bahwa petinggi senior asal Austria itu tidak pernah menyampaikan ucapan belasungkawa sepatah kata pun kepadanya.

- Advertisement -
Advertisement

Tidak hanya berhenti pada masalah personal, Horner juga menuding Marko sebagai dalang di balik kesulitan yang kerap dialami oleh para pebalap akademi junior Red Bull ketika mereka mendadak dipromosikan ke tim utama terlalu cepat di awal karier Formula 1 mereka. Pernyataan terbuka ini sontak menarik perhatian luas dan mengundang kritik pedas dari Ralf Schumacher, yang menilai bahwa seorang figur sebesar Horner seharusnya bisa bersikap lebih bijaksana mengingat begitu banyak pencapaian luar biasa yang telah mereka raih bersama di masa lalu.

Berbicara kepada Sky Germany, Ralf Schumacher tidak segan-segan melontarkan kritik keras terhadap perangai mantan bos rivalnya tersebut. Sayangnya, ini bukanlah hal yang baru bagi Christian Horner bahwa pada satu waktu atau waktu lainnya ia bersikap sedikit tidak tahu rasa, ujar Schumacher menanggapi kontroversi yang sedang bergulir panas di tengah jeda kompetisi balap jet darat paling bergengsi di dunia saat ini.

Baca Juga FIA Ambil Langkah Tegas Cegah Perang Pengembangan Velg F1 2027

Schumacher menambahkan bahwa tindakan saling serang seperti ini justru mencederai warisan besar yang telah dibangun oleh Horner sendiri bersama tim yang telah membesarkan namanya selama bertahun-tahun. Menurutnya, Horner sebenarnya memiliki peran yang sangat masif dalam membangun kejayaan Red Bull, termasuk bagaimana ia berhasil merekrut orang-orang hebat dan memengaruhi pengembangan unit daya yang mengantar tim meraih berbagai kemenangan sensasional di masa kejayaan mereka.

Di sisi lain, respons keras juga datang langsung dari kubu tertuduh, di mana Helmut Marko dengan tegas menepis seluruh pernyataan yang dilontarkan oleh mantan kolega utamanya tersebut dengan menyebutnya sebagai sebuah kumpulan ketidakbenaran. Konflik terbuka antara dua figur sentral di balik kesuksesan era keemasan Red Bull ini jelas meninggalkan noda tersendiri dan mengubah lanskap hubungan internal yang dulunya dikenal sangat solid di ajang balap mobil paling elit sejagat raya.