Peta persaingan grid Formula 1 musim 2027 mulai menemui titik terang setelah Haas secara resmi mengumumkan perekrutan talenta muda asal Brasil, Rafael Camara. Pembalap berusia 21 tahun ini diproyeksikan untuk mengisi kursi yang ditinggalkan oleh Esteban Ocon. Kepastian ini sekaligus mengakhiri berbagai spekulasi yang sempat beredar di paddock mengenai siapa sosok yang akan mendampingi tim yang bermarkas di Amerika Serikat tersebut pada tahun depan, menyusul kontrak Ocon yang akan kedaluwarsa pada akhir 2026.

Performa Esteban Ocon pada musim 2026 memang menjadi sorotan tajam di internal tim Haas. Pembalap asal Prancis berusia 30 tahun tersebut sebelumnya sempat kalah tipis dari rekan setimnya yang berstatus sebagai rookie, Ollie Bearman, pada musim lalu. Namun, jurang performa di antara keduanya kian melebar secara signifikan sepanjang musim 2026 yang berjalan cukup sulit bagi Ocon. Situasi inilah yang kemudian mendorong manajemen tim untuk mencari opsi segar demi mendongkrak daya saing mobil mereka di masa depan.

Lantas, siapakah sebenarnya sosok Rafael Camara yang langsung dipercaya melompat ke ajang balap mobil paling bergengsi di dunia ini? Camara merupakan pembalap muda berbakat yang saat ini tengah memimpin klasemen sementara kejuaraan Formula 2 dalam musim debutnya. Perjalanan kariernya di ajang balap formula junior terbilang sangat impresif dan penuh dengan pencapaian gemilang. Ia sukses merengkuh gelar juara Formula Regional European Championship pada tahun 2024, sebelum melanjutkan dominasinya dengan keluar sebagai juara Formula 3 pada percobaan pertamanya di tahun 2025.

- Advertisement -
Advertisement

Ketangguhan mental dan kecepatan konsisten yang ditunjukkan oleh Camara kembali terlihat di ajang F2 musim ini. Ia telah mengamankan tiga kemenangan feature race dan kini memimpin kejuaraan dengan keunggulan tujuh poin atas pembalap didikan Red Bull, Nikola Tsolov, ketika kompetisi tinggal menyisakan dua putaran terakhir. Apabila ia mampu mempertahankan posisi puncaknya hingga akhir musim, Camara akan menorehkan tinta emas sebagai salah satu dari sedikit pembalap yang mampu menjuarai F3 dan F2 secara beruntun dalam dua tahun berturut-turut.

Prestasi back-to-back di ajang feeder series ini sebelumnya hanya mampu diraih oleh segelintir nama besar yang kini menjadi bintang di Formula 1. Sebut saja Charles Leclerc, George Russell, Oscar Piastri, Gabriel Bortoleto, serta pembalap cadangan McLaren, Leonardo Fornaroli. Kehadiran Camara di daftar elite tersebut tentu semakin menegaskan kapasitas teknik dan potensi besar yang dimilikinya untuk bersaing di level tertinggi motorsport dunia.

Baca Juga Bintang Dunia dan Pesohor Padati Kemeriahan Grand Prix Singapura

Selain catatan impresif di lintasan junior, Camara juga merupakan salah satu aset berharga dalam program pembinaan pembalap muda Ferrari. Kedekatan hubungan antara Ferrari dan Haas melalui kolaborasi teknis yang erat membuat tim asal Amerika Serikat tersebut akan menurunkan susunan pembalap yang sepenuhnya diisi oleh para junior pabrikan asal Italia tersebut pada musim 2027 mendatang.

Keputusan Haas merekrut Camara tidak diambil sembarangan, melainkan berdasarkan evaluasi mendalam yang dilakukan pada akhir Agustus lalu. Saat itu, Camara mengikuti sesi tes privat TPC (Testing of Previous Cars) bersama Haas di sirkuit Portimao. Dalam tes tersebut, ia turun bersama Leonardo Fornaroli, Ryo Hirakawa, dan Jack Doohan—para kandidat lain yang sempat dipertimbangkan oleh tim. Penampilan solid Camara selama tes privat tersebut menjadi faktor kunci yang akhirnya meyakinkan tim untuk memberikan kontrak penuh baginya.