Pebalap muda berbakat asal Brasil, Rafael Camara, dipastikan akan melakoni debut prestisius di ajang Formula 1 bersama tim Haas mulai musim kompetisi 2027 mendatang. Pengumuman resmi ini sekaligus mengonfirmasi bahwa pemuda berusia 21 tahun tersebut diproyeksikan untuk mengisi kursi yang ditinggalkan oleh Esteban Ocon dalam sebuah ikatan kontrak berdurasi multi-tahun yang telah lama diantisipasi oleh para pengamat motorsport internasional.

Sebagai anggota terkemuka dari program pembinaan pebalap muda milik Scuderia Ferrari, Camara tampil sangat mengesankan dan menjelma sebagai salah satu kandidat kuat perebutan gelar juara dalam musim debutnya di ajang Formula 2. Konsistensi serta kecepatan luar biasa yang ia tunjukkan di berbagai lintasan sulit sepanjang tahun ini telah meyakinkan manajemen tim asal Amerika Serikat tersebut untuk mengamankan tanda tangannya.

Dalam tanggapannya setelah pengumuman resmi tersebut, Camara mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas kesempatan emas yang diberikan kepadanya untuk naik kelas ke ajang balap mobil paling bergengsi di dunia. Ia menyatakan kebahagiaannya bisa bergabung dengan tim Formula 1 tersebut dan menganggap pencapaian ini sebagai tonggak sejarah yang sangat krusial dalam perjalanan karier profesionalnya di dunia balap.

- Advertisement -
Advertisement

"Saya sangat senang bisa bergabung dengan TGR Haas F1 Team sebagai pebalap Formula 1," ujar Camara. "Ini adalah langkah penting dalam karier saya dan saya ingin berterima kasih kepada Gene Haas dan Ayao Komatsu atas kepercayaan yang telah mereka berikan kepada saya. Saya juga sangat berterima kasih kepada Scuderia Ferrari Driver Academy atas dukungan mereka dan segala kontribusi dalam perkembangan saya selama bertahun-tahun, serta kepada keluarga saya yang selalu mendampingi sepanjang perjalanan ini. Fokus saya sekarang adalah mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk tantangan baru ini."

Performa impresif Camara sepanjang musim 2026 terbukti dari perolehan tiga kemenangan balapan utama yang menempatkannya di puncak klasemen sementara Formula 2. Ia unggul tujuh poin dari junior Red Bull, Nikola Tsolov, menjelang dua putaran terakhir musim ini. Jika ia berhasil mengamankan gelar juara F2 pada kesempatan pertamanya, ia akan menyusul jejak para bintang besar seperti Charles Leclerc, George Russell, dan Oscar Piastri yang menjuarai ajang pengumpan utama F1 secara beruntun.

Baca Juga Prosedur Start F1 Bertahan Meski FIA Akui Bukan Lagi Soal Keamanan

Kepastian bergabungnya Camara tidak lepas dari hasil tes privat yang sangat meyakinkan di Sirkuit Portimao, di mana ia berhasil mengungguli para kandidat lainnya. Prinsipal Tim Haas, Ayao Komatsu, memberikan pujian tinggi atas ketenangan dan kecepatan luar biasa yang ditunjukkan oleh sang pebalap muda saat menguji mobil Formula 1 dalam program pengujian sebelumnya di Portugal.

"Saya sangat antusias bisa merekrut talenta muda yang luar biasa seperti Rafael Camara," kata Komatsu. "Saya tidak perlu menjelaskan lagi pencapaiannya di formula junior; performanya sangat impresif. Di musim debutnya di Formula 2, kecepatan yang ia tunjukkan dalam momen-momen sangat sulit seperti sesi kualifikasi di Monaco dan Montreal menunjukkan potensi besar yang dimiliki oleh Rafa."

Komatsu menambahkan bahwa kemampuan adaptasi Camara di atas lintasan membuktikan bahwa sang pebalap memiliki lebih dari sekadar kecepatan mentah, melainkan juga kematangan mental dalam mengelola tekanan. Tim berkomitmen penuh untuk menyediakan lingkungan yang suportif agar talenta luar biasa tersebut dapat terus berkembang secara optimal pada musim-musim mendatang.