Peta persaingan grid Formula 1 musim 2027 mulai menampakkan kejelasan setelah Haas secara resmi mengumumkan perekrutan bintang muda asal Brasil, Rafael Camara. Pemimpin klasemen sementara Formula 2 saat ini dipastikan akan melakukan debutnya di ajang balap kasta tertinggi motorsport dunia tersebut dengan mengamankan kontrak berdurasi multi-tahun bersama skuad asal Amerika Serikat tersebut. Kedatangan pembalap muda berbakat ini sekaligus menandai babak baru bagi tim, di mana ia akan menggantikan posisi Esteban Ocon yang dipastikan meninggalkan tim pada akhir musim 2026 mendatang setelah dua tahun perjalanan yang dinilai kurang memuaskan.

Keputusan manajemen Haas untuk merekrut Rafael Camara tidak datang begitu saja, melainkan buah dari perjalanan karier juniornya yang sangat impresif dalam beberapa musim terakhir. Pembalap berusia 21 tahun ini mencatatkan kenaikan kelas yang luar biasa cepat, dimulai dari keberhasilannya merengkuh gelar juara Formula Regional European Championship pada tahun 2024, dilanjutkan dengan mahkota juara F3 pada musim 2025 dengan penampilan yang sangat dominan. Saat ini, ia tengah memimpin kejuaraan F2 bersama tim Invicta, unggul tipis tujuh poin dari pesaing terdekatnya, Nikola Tsolov, menempatkannya di jalur sejarah sebagai satu-satunya pembalap yang mampu menjuarai FRECA, F3, dan F2 secara beruntun dalam tiga musim berturut-turut.

Menanggapi langkah besar dalam karier profesionalnya ini, Rafael Camara tak bisa menyembunyikan rasa antusiasme dan rasa terima kasihnya kepada semua pihak yang telah mendukung perkembangannya selama ini. "Saya sangat senang bisa bergabung dengan TGR Haas F1 Team sebagai pembalap Formula 1," ujar Camara dalam pernyataan resminya. Ia juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada pimpinan tim serta akademi balap yang telah membentuk mentalitas dan kemampuannya hingga layak bersaing di level tertinggi. "Ini adalah langkah penting dalam karier saya dan saya ingin berterima kasih kepada Gene Haas dan Ayao Komatsu atas kepercayaan yang telah mereka berikan kepada saya. Saya juga sangat berterima kasih kepada Scuderia Ferrari Driver Academy atas dukungan mereka."

- Advertisement -
Advertisement

Meskipun pengumuman ini baru dirilis secara resmi, rumor mengenai merapatnya sang juara muda ke kursi balap Haas sebenarnya sudah diprediksi banyak pihak jauh-jauh hari. Ia berhasil menyisihkan sejumlah kandidat kuat lainnya seperti juara bertahan F2 Leonardo Fornaroli dan pembalap cadangan Ryo Hirakawa. Ketiga pembalap tersebut sebelumnya sempat menjalani program pengujian mobil sebelumnya atau Testing of Previous Cars di sirkuit Portimao pada bulan Agustus lalu guna membuktikan kapasitas dan adaptasi mereka terhadap mobil F1. Status Camara sebagai lulusan akademi Ferrari tentu menjadi nilai tambah tersendiri, mengingat hubungan historis yang erat antara pabrikan Maranello tersebut dengan skuad Haas dalam pasokan unit daya dan komponen teknis.

Baca Juga Hasil Balap F1 GP Italia 2026: Antonelli Menang di Depan Russell

Principal tim Haas, Ayao Komatsu, memberikan pujian tinggi terhadap etos kerja dan kecepatan luar biasa yang ditunjukkan oleh rekrutan barunya tersebut selama sesi pengujian. "Saya sangat antusias bisa merekrut talenta muda yang luar biasa seperti Rafael Camara," tutur Komatsu menjelaskan alasan di balik keputusan strategis timnya. Ia menyoroti bagaimana sang pembalap mampu beradaptasi dengan cepat dan menunjukkan kematangan mental di sirkuit-sirkuit sulit seperti Monako dan Montreal. Dengan kombinasi kecepatan murni dan potensi besar yang dimilikinya, kehadiran Camara di garasi Haas musim 2027 mendatang diharapkan mampu membawa angin segar serta performa kompetitif yang lebih konsisten bagi tim.