Warga Pandeglang Gelar Aksi Jumat Bersih di Istana Negara, Tuntut Penutupan Permanen PT GSM

- Writer

Sabtu, 29 November 2025 - 00:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Nusantara Media — Puluhan mahasiswa, pemuda, dan warga Pandeglang menggelar aksi damai besar-besaran di depan Istana Negara dan Kantor Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada Jumat (28/11/2025). Mereka bergabung dalam Gerakan Pandeglang Bersih dan menuntut penutupan segera PT Galih Setiawan Makmur (PT GSM) yang terus mencemari lingkungan di Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Banten.

PT GSM mengelola karantina, penggemukan, peternakan, serta pemotongan sapi impor Australia. Perusahaan ini berdiri di tengah pemukiman padat penduduk dan hanya berjarak puluhan meter dari sekolah-sekolah, seperti SDN, SMP, dan SMK setempat. Akibatnya, bau menyengat menyerang hidung warga setiap hari, limbah cair mengalir ke sungai, dan jutaan lalat menyerbu rumah serta sekolah. Anak-anak sekolah sering muntah karena bau busuk, sementara ribuan warga di Kecamatan Sobang dan Panimbang terus menderita dampak kesehatan serta lingkungan.

Baca Juga :  Aksi Protes Warga Kramatwatu Tuntut Pelarangan Truk ODOL

Sebelum bergerak ke Jakarta, warga sudah berulang kali melaporkan masalah ini ke berbagai instansi di Pandeglang. Mereka mendatangi Dinas Lingkungan Hidup (DLH), DPUPR, DPMPTSP, DPKP, Satpol PP, DPRD Kabupaten Pandeglang, hingga Satgas Kabupaten. Namun, semua laporan itu mentah tanpa tindak lanjut nyata.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Koordinator Lapangan Entis Sumantri dengan tegas menyatakan, “PT GSM beroperasi tanpa izin lingkungan lengkap dan tidak memiliki Sertifikat Laik Fungsi (SLF) sesuai UU No. 32 Tahun 2009. Kami menduga perusahaan ini berjalan secara ilegal dan mendapat pembiaran dari pemerintah daerah karena adanya praktik gratifikasi.”

Baca Juga :  Aliansi Mahasiswa NTB Se-Jakarta Akan Laporkan Dugaan Fee Proyek Irigasi ke KPK dan DPP NasDem

Sementara itu, warga menyampaikan empat tuntutan keras kepada pemerintah pusat:

1. Kementerian LHK mencabut seluruh izin lingkungan PT GSM serta memeriksa dugaan pelanggaran berat yang dilakukan perusahaan.
2. Aparat penegak hukum (Kepolisian dan Kejaksaan) menghentikan segala bentuk “backing” terhadap perusahaan serta memproses pidana lingkungan sesuai hukum yang berlaku.
3. PT GSM ditutup permanen atau dipindahkan jauh dari pemukiman penduduk dan lingkungan sekolah.

Perjuangan ini tidak akan berhenti!”

Penulis : TIM REDAKSI

Follow WhatsApp Channel nusantara.media untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mahasiswa GERMALA-K Akan Demo di Kementerian PUPR Tuntut Usut Proyek Jalan Rp12,27 Miliar Bermasalah di Pandeglang
Gerakan Pandeglang Bersih Gelar Demo di Istana Negara atas Dugaan Pencemaran Lingkungan
Bripda Torino Pukuli Dua Siswa SPN NTT karena Merokok, Polda Selidiki
Bentrokan Sengit Debt Collector Matel vs Ormas BPPKB di Cengkareng: Penarikan Paksa Motor Picu Kekerasan
Relawan Bolone Mase Dukung Polda Metro Jaya Tetapkan Roy Suryo CS Tersangka Kasus Ijazah Palsu Jokowi
Fenomena Bulan Cincin Hiasi Langit Malam Indonesia
Presiden Prabowo menyatakan rencananya untuk memperpanjang jalur kereta cepat Whoosh hingga Banyuwangi.
GERMALA-K Serahkan Data Dugaan Korupsi P3TGAI dan SANIMAS ke KPK

Berita Terkait

Sabtu, 29 November 2025 - 00:55 WIB

Warga Pandeglang Gelar Aksi Jumat Bersih di Istana Negara, Tuntut Penutupan Permanen PT GSM

Senin, 24 November 2025 - 22:55 WIB

Mahasiswa GERMALA-K Akan Demo di Kementerian PUPR Tuntut Usut Proyek Jalan Rp12,27 Miliar Bermasalah di Pandeglang

Senin, 24 November 2025 - 14:29 WIB

Gerakan Pandeglang Bersih Gelar Demo di Istana Negara atas Dugaan Pencemaran Lingkungan

Jumat, 14 November 2025 - 23:12 WIB

Bripda Torino Pukuli Dua Siswa SPN NTT karena Merokok, Polda Selidiki

Selasa, 11 November 2025 - 17:51 WIB

Bentrokan Sengit Debt Collector Matel vs Ormas BPPKB di Cengkareng: Penarikan Paksa Motor Picu Kekerasan

Berita Terbaru