Blitar, Nusantara Media – Harapan warga Desa Bendosewu, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar untuk mendapatkan akses transportasi yang lebih baik segera terwujud melalui pembangunan Jembatan Perintis Garuda. Proyek infrastruktur ini, yang digagas sebagai respons cepat TNI AD Kodim 0808/Blitar terhadap aspirasi masyarakat, kini menunjukkan kemajuan signifikan dengan progres fisik mencapai sekitar 90%.

Pembangunan jembatan ini bertujuan mengatasi hambatan geografis berupa sungai yang selama ini mempersulit mobilitas antar desa, khususnya menghubungkan Desa Bendosewu (termasuk Dusun Tawang) dengan Desa Pasirharjo, Jeblok, dan sekitarnya. Infrastruktur ini diharapkan meningkatkan konektivitas sosial, memperlancar aktivitas ekonomi, pendidikan, serta mendukung pertumbuhan kesejahteraan masyarakat pedesaan di wilayah tersebut.

  • Pelaksana utama: Personel TNI AD Kodim 0808/Blitar, dipimpin Pabung Kodim Mayor Cke Supriono.
  • Didukung penuh oleh warga setempat melalui gotong royong dan dukungan moril.
  • Bagian dari program bantuan infrastruktur pedesaan prioritas pemerintah (terkait program Presiden RI).

Jembatan Perintis Garuda (jembatan gantung/perintis) dengan struktur kokoh yang menggantikan jembatan lama/swadaya (seperti bambu/sesek) yang rawan dan tidak aman, terutama saat banjir. Progres saat ini telah memasuki tahap penyelesaian akhir, fokus pada detail teknis untuk menjamin keamanan pengguna.

- Advertisement -

Perkembangan terbaru dilaporkan pada Rabu, 28 Januari 2026. Pembangunan dimulai awal Januari 2026 (sekitar 9-10 Januari setelah peninjauan dan droping material), dengan target rampung dalam waktu dekat (awalnya estimasi 20 hari sejak awal Januari, dan kini hampir selesai).

Lokasi: Dusun Tawang, Desa Bendosewu, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Jembatan melintasi sungai penghubung tiga desa utama di kawasan tersebut.

Untuk menghilangkan isolasi geografis, mempermudah akses harian warga (termasuk anak sekolah dan petani), mendorong pemerataan pembangunan pedesaan, serta meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat yang sebelumnya terhambat oleh infrastruktur minim.

Kerja sama solid antara prajurit TNI Kodim 0808/Blitar dengan warga lokal menjadi kunci percepatan. Mayor Cke Supriono menyatakan optimisme bahwa dengan sisa pekerjaan teknis terakhir, jembatan segera dapat digunakan. "Jembatan ini bukan hanya penyambung fisik, tapi urat nadi baru bagi kemajuan Bendosewu," ujarnya.

Proyek ini menjadi bukti nyata kemanunggalan TNI-Rakyat dalam mendukung program nasional pembangunan infrastruktur pedesaan.