Cilegon Banten – Sebagai salah satu institusi ujung tobak dalam pelaksanaan Angkutan Mudik Lebaran 2026, Polres Cilegon terus mematangkan persiapan demi menghadirkan pelayanan optimal mengawal masyarakat yang akan merayakan lebaran di kampung halamannya masing-masing.
Hal ini, ditandai dengan digelarnya Latihan Pra Operasi (Latpraops) atau Operasi Ketupat Maung 2026 yang berlangsung di Aula Wicaksana Laghawa, guna mematangkan kesiapan pengamanan jalur mudik dan wisata, Rabu (11/3/2026),
Ada yang menarik dalam Latpraops kali ini. Selain pemaparan teknis kepolisian, Polres Cilegon menghadirkan narasumber eksternal, yakni CEO BCO Media, Fauzi Albarra, untuk membekali personel mengenai teknik komunikasi efektif di lapangan.
Kapolres Cilegon, AKBP Martua Raja Taripar Laut Silitonga mengungkapkan, kehadiran pimpinan redaksi media lokal bertujuan agar para personel, terutama kapolsek dan anggota di lapangan, memiliki kedekatan informasi dengan situasi riil di masyarakat.
"Kami menghadirkan pimpinan BCO dengan harapan anggota dapat mengetahui secara langsung berbagai kejadian maupun situasi di wilayah hukum Polres Cilegon. Informasi yang akurat sangat penting dalam pelaksanaan tugas di lapangan," ujar AKBP Martua Raja Taripar Laut Silitonga.
Kapolres menekankan, Operasi Ketupat 2026 bertujuan menjamin keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran (Kamseltibcarlantas) masyarakat. Ia menginstruksikan anggotanya untuk bekerja secara humanis namun tetap profesional.
"Hindari pelanggaran, catat setiap kegiatan sebagai bentuk pertanggungjawaban, dan perkuat sinergitas dengan TNI, Dishub, serta instansi terkait lainnya," tegasnya di hadapan para Kasatgas dan Kapospam.
Di tempat yang sama, CEO BCO Media yang juga praktisi NLP, Fauzi Albarra, CHt, CNLP, membawakan materi bertajuk ‘Membangun Harmonisasi dan Komunikasi Efektif Ala Neuro-Linguistic Programming’.
Fauzi memaparkan bagaimana cara anggota Polri membangun koneksi yang baik dengan pemudik maupun wisatawan melalui pendekatan psikologi komunikasi.
"Maksud dan tujuan kami di sini adalah untuk sama-sama belajar tata cara berkomunikasi yang benar di hadapan masyarakat. Terutama saat pengamanan arus mudik dan wisata pantai yang tensinya biasanya tinggi," katanya.
Sementara itu, Kabag Ops Polres Cilegon, AKP Chairul Anam memaparkan detail teknis operasi. Ia menjelaskan bahwa cara bertindak akan dibagi berdasarkan zonasi kerawanan.
Di area Pelabuhan Merak dan Jalur Arteri/Wisata, polisi akan menerapkan rekayasa lalu lintas mulai dari buka-tutup, one way sepenggal, hingga delay system untuk mengurai kepadatan. Sedangkan di Jalan Tol, manajemen arus di U-turn dan contra flow akan disiapkan secara situasional.
"Untuk Satgas Gakkum, fokus kita tidak hanya di jalanan, tapi juga mengawasi penimbunan bahan pokok (bapok), makanan kedaluwarsa, hingga patroli siber untuk menangkal hoaks selama lebaran," jelas AKP Chairul Anam.
Rangkaian Operasi Ketupat Maung 2026 ini akan diawali dengan Apel Gelar Pasukan pada 27 Maret 2026 dan berlangsung selama 13 hari, mencakup pengamanan malam takbir hingga arus wisata pasca-lebaran.
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!