Ketika lampu padam di setiap seri MotoGP 2026, satu hal yang semakin jelas: dominasi Ducati yang dulu nyaris sempurna kini mulai memudar. Michele Pirro, test rider Ducati, buka suara tentang kondisi ini dengan nada yang realistis—bahkan cenderung pasrah. Menurutnya, tidak ada solusi instan untuk masalah yang dihadapi Desmosedici GP26 di sisa musim terakhir era 1.000cc ini.
Pirro, yang kini porsi kerjanya lebih banyak diarahkan untuk pengembangan motor 850cc musim 2027, mengakui bahwa fokus pabrikan asal Borgo Panigale itu sudah terbelah. Setelah tes perdana 850cc di Brno—yang berlangsung tanpa pencatatan waktu dan siaran—motor baru itu akan kembali diuji oleh pembalap resmi di Red Bull Ring pada September mendatang. Namun, konsekuensinya jelas: pengembangan GP26 untuk sisa musim ini berjalan di tempat.
"Di MotoGP, tidak ada yang berubah dibandingkan apa yang kami lihat di dua belas balapan pertama ini," ujar Pirro dalam wawancara dengan GPOne, seperti dilansir dari Crash.net. "Apa yang kami lihat di balapan-balapan awal, kurang lebih masih terjadi hingga sekarang. Jadi, kami harus menjalani balapan demi balapan. Setiap sirkuit akan punya ceritanya sendiri. Ada trek di mana kami kesulitan seperti di Silverstone, dan ada juga yang tidak terlalu sulit. Kami berharap bisa tiba di Valencia dan masih mampu memberi tanda. Tidak ada solusi langsung untuk masalah ini. Kami sedang mengerjakannya, tetapi kami menganggap proyek ini sudah mencapai akhirnya."
Pernyataan Pirro ini menjadi semacam pengakuan pahit bahwa Ducati mungkin harus menerima kenyataan pahit di musim 2026. Tren musim ini memang menunjukkan bahwa peta kekuatan di depan bisa berubah dari pekan ke pekan, sangat bergantung pada karakteristik sirkuit. Satu pekan Marc Marquez bisa tampil perkasa, pekan berikutnya justru tertinggal. Ini bukan fenomena baru, tetapi selama bertahun-tahun dominasi Ducati membuat hal ini jarang terlihat.
Menariknya, Pirro tetap percaya pada kemampuan Marquez untuk membuat perbedaan di sirkuit-sirkuit yang ia kuasai. "Kami melihat bahwa trek, kondisi, dan karakteristik sirkuit membuat perbedaan lebih besar dari apa pun," kata Pirro. "Jadi, saya berharap kami bisa menjadi tolok ukur lagi di Aragon. Marc bisa menjadi tolok ukur. Lalu ada Misano, yang akan sulit karena Bezzecchi cepat. Dia cepat tahun lalu juga. Tapi mungkin Marc juga tidak jauh tertinggal."
Pirro juga menyoroti betapa tipisnya margin antara kemenangan dan kekalahan di musim ini. "Saya pikir kejuaraan dunia ini benar-benar ditentukan oleh detail-detail kecil dan, menurut saya, bisa juga dipengaruhi oleh kesalahan satu pembalap dibandingkan pembalap lain, karena kita lihat betapa tipisnya garis itu," pungkasnya. Dengan sisa musim yang semakin menipis, pertanyaannya kini: akankah Ducati mampu menutup musim dengan kepala tegak, atau justru tenggelam di bawah tekanan rival-rival yang semakin percaya diri?
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!