PANDEGLANG NUSANTARA MEDIA – Di tengah gempita berbagai program bantuan sosial (bansos) yang dikucurkan pemerintah, sebuah kenyataan pahit masih tersembunyi. Ramah,(70),  seorang ibu di Kampung Cipakis RT 002/004, Desa Tanjungjaya, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, terpaksa menelan pil pahit kehidupan.

content_6a0eb6ddc64e1.jpg

Ia mengaku kesulitan memenuhi kebutuhan hidup paling mendasar: membeli beras.

Yang lebih memilukan, Ramah mengaku belum pernah merasakan sepeser pun bantuan dari program pemerintah mana pun. Kondisi ini seolah menampar wajah program pengentasan kemiskinan yang terus digembar-gemborkan.

- Advertisement -

Dengan air mata berlinang, Ramah menyampaikan harapannya kepada pemerintah. "Ya, saya selama sekitar 15 tahun di sini belum pernah dapat bantuan dari pemerintah.

Harapan saya tolong kepada pemerintah, saya juga ingin mendapatkan bantuan seperti yang lain," rintihnya pilu di hadapan wartawan, Selasa (19/5/2026).

Pernyataan memilukan Ramah diamini oleh Marsid, tokoh masyarakat setempat. Ia membenarkan bahwa Ramah selama ini tidak tersentuh oleh berbagai jenis bansos yang disalurkan.

"Ya benar kang, kebetulan beliau itu tidak pernah mendapatkan bantuan dari program pemerintah apa pun. Untuk terkait data, sepertinya beliau tidak termasuk di DTSEN (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial)," ungkap Marsid, memberikan penjelasan atas absennya Ramah dari daftar penerima bantuan.

Kasus Ramah ini memicu desakan dari warga setempat agar pemerintah desa dan instansi terkait turun tangan. Mereka menuntut adanya evaluasi dan verifikasi ulang data penerima bansos. Harapannya, tidak ada lagi warga miskin yang benar-benar membutuhkan namun justru terlupakan dalam pendataan.

Sayangnya, hingga berita ini diturunkan, pihak Kasi Kesejahteraan Sosial Kecamatan Panimbang,, belum memberikan respons atau tanggapan resmi saat dikonfirmasi oleh awak media terkait nasib malang yang menimpa warganya.

Kini, publik menanti tindakan nyata dari pemerintah untuk memastikan keadilan sosial benar-benar menyentuh seluruh lapisan masyarakat, tanpa ada satu pun warga miskin yang terabaikan, seperti yang dialami Ramah.