Formula 1, Nusantara MediaPierre Gasly menyambut positif keputusan FIA yang membatalkan penalti yang diterimanya pada Formula 1 Grand Prix Monako 2026. Meski demikian, pembalap Alpine itu mengaku memahami mengapa Oscar Piastri dan George Russell merasa dirugikan setelah timnya berhasil memenangkan proses Right of Review.

Kontroversi bermula saat Gasly dijatuhi dua penalti karena dianggap dua kali melanggar batas kecepatan di pit lane pada balapan di Sirkuit Monte Carlo. Hukuman tersebut membuat pembalap asal Prancis itu turun dari posisi ketiga menjadi ketujuh setelah garis finis.

Namun, penyelidikan pascabalapan menemukan adanya kesalahan pada sistem pengukuran batas kecepatan pit lane. FIA mengonfirmasi bahwa loop pengukuran waktu yang digunakan memiliki jarak sekitar 77 meter lebih pendek dari spesifikasi yang seharusnya. Akibatnya, enam pembalap menerima penalti secara keliru sepanjang balapan 78 lap tersebut.

- Advertisement -

Situasi itu mendorong Alpine mengajukan Right of Review. Berbeda dengan beberapa tim lain, Alpine memilih tidak langsung meminta Gasly menjalani penalti 10 detik selama balapan karena tim mencurigai adanya ketidaksesuaian pada sistem pengukuran. Langkah tersebut akhirnya memungkinkan tim asal Enstone itu mengajukan peninjauan ulang setelah balapan selesai.

Sebaliknya, McLaren dan Mercedes telah lebih dahulu meminta Piastri dan Russell menjalani hukuman saat balapan berlangsung. Regulasi Formula 1 saat ini tidak menyediakan mekanisme untuk membatalkan penalti yang sudah dijalankan di tengah balapan, sehingga kedua pembalap tersebut tetap kehilangan waktu meski belakangan terbukti terjadi kesalahan pada sistem pengukuran.

Hasil Right of Review membuat Gasly kembali naik ke posisi podium, sementara Isack Hadjar kehilangan tempat di tiga besar. Keputusan tersebut kemudian memicu langkah lanjutan dari McLaren dan Red Bull Racing, yang dikabarkan akan membawa kasus tersebut ke proses banding.

Gasly: Kesalahan Harus Diperbaiki

Gasly menilai FIA telah mengambil langkah yang tepat dengan memperbaiki keputusan yang terbukti keliru. Menurutnya, kepentingan olahraga harus menjadi prioritas ketika sebuah kesalahan dapat dibuktikan secara objektif.

"Saya pikir demi kebaikan olahraga ini, kami tidak ingin melihat situasi seperti ini terjadi lagi di masa depan. Ada kesalahan yang terjadi pada akhir pekan tersebut dan saya rasa penting bagi kita semua untuk belajar dari kejadian itu," ujar Gasly kepada RacingNews365.

Pembalap berusia 30 tahun itu menegaskan bahwa regulator harus berani mengoreksi keputusan apabila hukuman diberikan kepada pembalap yang sebenarnya tidak melakukan pelanggaran.

"Jika memang ada kesalahan dan itu bisa diperbaiki karena hukuman tersebut diberikan secara tidak adil tanpa adanya pelanggaran yang sebenarnya, saya pikir itulah langkah yang benar bagi olahraga ini."

Gasly mengaku puas dengan keputusan yang diambil FIA setelah balapan karena menurutnya regulator menunjukkan komitmen untuk memperbaiki kekeliruan yang terjadi.

"Saya sangat senang dengan tindakan yang diambil dan hasil keputusan setelah balapan."

Memahami Posisi Piastri dan Russell

Meski menjadi pihak yang diuntungkan, Gasly mengaku memahami rasa kecewa yang dirasakan Piastri maupun Russell. Menurutnya, kedua pembalap tersebut telah menjalani hukuman saat balapan berlangsung dan tidak memiliki kesempatan untuk mendapatkan kembali waktu yang hilang.

"Dari sudut pandang McLaren, Oscar, maupun George, saya sepenuhnya memahami jika mereka merasakan adanya ketidakadilan. Saya tidak ada hubungannya dengan hasil balapan mereka, tetapi saya mengerti mengapa mereka memiliki perasaan seperti itu."

Gasly menegaskan bahwa kasus Alpine berbeda dengan situasi yang dialami McLaren dan Mercedes. Ia menilai timnya hanya memanfaatkan mekanisme hukum yang tersedia dalam regulasi, sedangkan persoalan penalti yang sudah dijalankan merupakan isu yang harus diselesaikan regulator.

"Itu tidak ada hubungannya dengan Alpine ataupun balapan kami sendiri. Saya pikir itu adalah sesuatu yang harus mereka selesaikan di pihak mereka."

Kasus Diperkirakan Berlanjut

Kontroversi Grand Prix Monako 2026 diperkirakan belum berakhir. Dengan McLaren dan Red Bull Racing disebut tengah menempuh jalur banding ke tingkat yang lebih tinggi, sengketa ini berpotensi berlanjut hingga International Court of Appeal (ICA).

Bagi Gasly, fokus utamanya tetap sama. Ia berharap Formula 1 dapat mengambil pelajaran dari insiden tersebut agar kesalahan serupa tidak kembali terjadi pada balapan-balapan berikutnya.

"Jika sebuah kesalahan memang bisa diperbaiki, maka itulah pendekatan yang benar. Tentu kami semua tidak ingin melihat situasi seperti ini terulang lagi, tetapi jika akhirnya terjadi kesalahan, maka keputusan yang tepat adalah memperbaikinya."

Kasus ini menjadi salah satu kontroversi terbesar pada awal musim Formula 1 2026 sekaligus memunculkan diskusi baru mengenai efektivitas sistem Right of Review dan perlunya penyempurnaan regulasi agar seluruh peserta memperoleh perlakuan yang setara ketika terjadi kesalahan dari pihak penyelenggara.