Cilegon,  Nusantara Media – Ganasnya ombak laut kembali memakan korban. Seorang pemancing dilaporkan hilang usai terseret arus ombak besar di Perairan Merak, tepatnya di kawasan Pantai Tanjung Peni, atau yang di kalangan pemancing lokal akrab disebut sebagai Spot Kadut Gacor, pada Minggu (26/7/2026) malam.

Titik lokasi kejadian berada tepat di area belakang kawasan PT Krakatau Steel, Kelurahan Warnasari, Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon, Provinsi Banten.

Korban diketahui bernama Hendri Wibowo, seorang pria berusia 27 tahun yang tercatat sebagai warga Dukuh Kemiren RT 04/RW 01, Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.

- Advertisement -

Insiden nahas yang mengancam nyawa ini dengan cepat memicu respons dari otoritas keselamatan dan pencarian setempat.

Berdasarkan data dan kronologi yang dihimpun di lapangan, peristiwa bermula pada Minggu petang, sekitar pukul 18.30 WIB. Saat itu, korban Hendri Wibowo tengah menghabiskan waktu dengan memancing bersama tiga orang rekannya.

Ketiganya berdiri di sekitar batuan kawasan Spot Kadut Gacor yang memang berbatasan langsung dengan laut lepas. Ketika sedang asyik memancing, secara tiba-tiba gelombang ombak yang sangat besar datang dan menghantam lokasi tempat mereka berdiri.

Kuatnya hantaman ombak tersebut membuat korban kehilangan keseimbangan. Ia dilaporkan terpeleset dari pijakannya, hingga akhirnya jatuh dan langsung terseret oleh derasnya arus Perairan Merak. Ketiga rekan korban yang menyaksikannya sejatinya tidak tinggal diam.

Mereka telah berupaya sekuat tenaga untuk memberikan pertolongan pertama dan melakukan pencarian mandiri di sekitar titik jatuhnya korban. Sayangnya, kondisi arus yang kuat membuat tubuh Hendri Wibowo dengan cepat menghilang dari pandangan.

Melihat kondisi yang semakin tidak terkendali dan hari yang mulai gelap, rekan korban segera meminta bantuan. Laporan darurat tersebut kemudian diterima oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banten pada pukul 20.18 WIB,

melalui informasi awal yang disampaikan oleh personel Polsek Ciwandan, Isak Palupi.

Menindaklanjuti laporan kondisi membahayakan manusia ini, Basarnas Banten langsung mengambil langkah taktis. Pada pukul 20.40 WIB, Tim Rescue Unit Siaga SAR Merak secara resmi diterjunkan ke lokasi kejadian dengan peralatan lengkap untuk menggelar operasi Search and Rescue (SAR).

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, mengonfirmasi pengerahan personelnya ke titik kejadian. Ia menjelaskan bahwa tim segera merapat ke titik koordinat jatuhnya korban guna melakukan penyisiran secara terukur.

"Lokasi kejadian berada di koordinat 5°59'18.0"S 105°59'01.4"E, dengan jarak sekitar 6,52 kilometer dari Unit Siaga SAR Merak. Saat operasi berlangsung, kondisi cuaca di sekitar lokasi dilaporkan cerah sehingga diharapkan dapat mendukung proses pencarian," tegas Al Amrad dalam keterangan resminya.

Hingga berita ini disusun, operasi pencarian terhadap pemancing nahas asal Jepara tersebut masih terus berlangsung secara intensif. Tim SAR gabungan yang berada di lapangan terus memantau dan menyisir area perairan Merak dengan harapan korban dapat segera diketemukan.

Insiden ini sekaligus menjadi pengingat penting bagi warga masyarakat maupun pemancing yang beraktivitas di pesisir pantai untuk selalu meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap potensi perubahan cuaca dan gelombang tinggi yang bisa datang secara tiba-tiba.