Pandeglang, MNusantara Media- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Banten secara resmi mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem yang mencakup sejumlah wilayah di provinsi tersebut pada tanggal 18 Oktober 2026. Berdasarkan pantauan radar cuaca pada pukul 15:25 WIB, potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai oleh aktivitas kilat atau petir serta angin kencang diprediksi akan melanda kawasan ini mulai pukul 15:35 WIB. Fenomena atmosfer ini menuntut peningkatan kewaspadaan yang tinggi dari seluruh elemen masyarakat serta instansi penanggulangan bencana di daerah terdampak.
Dampak awal dari peringatan dini cuaca ekstrem ini terpantau secara langsung di beberapa titik krusial. Di wilayah Kabupaten Pandeglang, daerah-daerah yang masuk dalam zona merah meliputi kawasan Cadasari, Karang Tanjung, serta Koroncong. Sementara itu, di wilayah Kabupaten Lebak, potensi cuaca buruk ini terkonsentrasi di kawasan Rangkasbitung, Warunggunung, Cibadak, dan Kalanganyar. Tidak ketinggalan, wilayah Kabupaten Serang bagian tertentu seperti Petir, Tunjung Teja, Baros, dan Pamarayan juga menjadi titik awal mulainya gelombang hujan lebat disertai angin kencang tersebut.
Situasi cuaca dipastikan tidak berhenti pada wilayah-wilayah awal tersebut, melainkan memiliki probabilitas tinggi untuk meluas secara signifikan ke berbagai kecamatan di sekitarnya. Berdasarkan analisis lebih lanjut dari tim Prakirawan BMKG Banten, perluasan cakupan hujan lebat dan angin kencang ini akan berdampak pula pada wilayah lain di Kabupaten Pandeglang, yakni meliputi Cipeucang, Mandalawangi, Cimanuk, Kaduhejo, Banjar, Pandeglang, Mekarjaya, hingga Majasari. Potensi ini menuntut kesiapsiagaan penuh dari warga setempat guna mengantisipasi risiko bencana hidrometeorologi seperti genangan air atau pohon tumbang.
Perluasan wilayah terdampak juga mencakup kawasan luas di Kabupaten Lebak. Sektor-sektor seperti Cileles, Cimarga, Sajira, Maja, Cikulur, dan Curug Bitung masuk dalam daftar zona siaga darurat sementara. Di samping itu, wilayah Kabupaten Serang juga mengalami eskalasi potensi cuaca buruk yang merata di Cikeusal, Kopo, Jawilan, Ciomas, Pabuaran, Padarincang, Gunung Sari, hingga Bandung. Bahkan, dinamika awan konvektif ini turut menjangkau wilayah perkotaan, termasuk kawasan Curug di Kota Serang dan sekitarnya.
Baca Juga Danramil 0116/Cikeusik Tinjau Pembangunan Koperasi Nelayan Merah Putih di Desa CikiruwetanBerdasarkan pemodelan atmosfer terkini, kondisi cuaca ekstrem yang ditandai dengan hujan lebat, kilat, dan angin kencang ini diperkirakan masih akan terus berlangsung hingga pukul 18:30 WIB. Dilaporkan oleh Tim Peliput, masyarakat yang berada di luar ruangan diimbau untuk segera mencari tempat berlindung yang aman dan menghindari pohon besar atau papan reklame. Pemerintah daerah melalui instansi terkait terus memantau perkembangan situasi ini secara real-time guna memastikan langkah mitigasi darurat dapat berjalan dengan cepat dan efektif demi keselamatan warga.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!