Kekecewaan para pembalap Formula 1 terhadap sirkuit baru Madrid memuncak setelah balapan debut yang membosankan. Gabriel Bortoleto dari Audi bahkan mengaku hampir tertidur di kokpit karena minimnya aksi.
Balapan Spanish Grand Prix yang digelar di sirkuit jalanan sebagian di pinggiran Madrid ini menggantikan Barcelona-Catalunya. Sejak layoutnya diperkenalkan, kekhawatiran akan sulitnya menyalip sudah mencuat, dan hal itu terbukti sepanjang akhir pekan. Tidak hanya di F1, balapan F3 dan F2 juga kesulitan menghasilkan manuver.
Bortoleto mengungkapkan frustrasinya. "Ya, saya hampir tertidur juga!" ujarnya. Ia menjelaskan bahwa balapan pada akhirnya ditentukan oleh virtual safety car karena tim tidak bisa masuk pit dengan ban hard. "Kami hanya bisa menerima apa yang terjadi. VSC memberi keuntungan sekitar 11 detik. Setelah itu tidak ada safety car atau red flag lagi, jadi saya dan Pierre [Gasly] berharap ada red flag untuk mengubah nasib, tapi tidak terjadi."
Kritik utama bukan hanya soal kurangnya overtaking, tetapi juga fakta bahwa desainer sirkuit memiliki setengah lintasan yang bisa dimanfaatkan untuk menciptakan tikungan menarik. Namun, fokus tampaknya lebih pada tikungan 12 yang miring dan mempertahankan nuansa sirkuit jalanan. "Akan menyenangkan jika setidaknya ada satu tempat untuk menyalip, tapi sayangnya bukan itu yang mereka desain," tambah Bortoleto.
Baca Juga Kontrak Verstappen Hentikan Spekulasi 'Silly Season' F1 2026Ia menambahkan bahwa sebaiknya pembalap dilibatkan dalam desain sirkuit baru. "Kami tahu di sirkuit seperti ini overtaking akan sangat sulit. Jadi mungkin ke depannya bisa ada diskusi."
Kritik ini menjadi pukulan bagi penyelenggara yang berharap Madrid bisa menjadi tuan rumah yang lebih baik daripada Barcelona. Dengan debut yang mengecewakan, tekanan untuk memperbaiki sirkuit semakin besar.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!