Akhir pekan balap MotoGP di Sirkuit Sepang menyisakan cerita frustrasi bagi Jack Miller, yang sempat memimpikan sebuah kejutan besar di tengah cuaca yang tidak menentu. Seperti halnya para pembalap pengguna mesin pabrikan Iwata lainnya, pembalap asal Australia tersebut harus berjuang keras mengatasi kendala daya saing motornya di atas lintasan kering Malaysia. Kegagalannya menembus sesi kualifikasi kedua membuatnya harus puas memulai balapan sprint dari posisi start ke-16, sebuah posisi yang jauh dari kata ideal untuk mengincar barisan terdepan.
Memulai lomba tanpa beban, pembalap berjuluk 'Thriller Miller' itu mendadak melihat secercah harapan ketika rintikan air hujan mulai turun di paruh awal lomba. Memasuki putaran kedua dari total sepuluh lap yang dijadwalkan, beberapa tetes air mulai membasahi visor helm para pembalap, yang langsung direspons oleh pengawas lomba dengan mengibarkan bendera putih. Sinyal tersebut menandakan para rider diizinkan untuk masuk ke jalur pit dan melakukan pergantian kuda besi ke settingan basah demi menghadapi perubahan cuaca yang ekstrem.
Melihat celah untuk melakukan perjudian taktis, pembalap bernomor khas ini langsung memutuskan masuk ke jalur pit. Namun, setibanya di area garasi tim, ia justru dihadapkan pada kenyataan pahit bahwa motor cadangan berkonfigurasi hujan miliknya sama sekali belum siap digunakan. Dengan gestur tubuh yang penuh amarah dan rasa tidak percaya, ia melampiaskan kekesalannya di pit lane karena kehilangan momentum emas yang sudah di depan mata.
"Saya melaju di posisi ke-17 atau ke-18 selepas start, jadi praktis saya tidak punya peluang untuk meraih poin dalam kondisi normal. Ketika tetesan air itu mengenai kaca helm saya di tikungan 7 dan bendera dikibarkan, yang ada di kepala saya hanya satu: saya harus bergerak cepat agar bisa memenangkan balapan ini. Saya sangat yakin hujan deras akan turun di lap berikutnya," ungkap Massimo selaku kepala kru sempat menjadi sasaran kemarahan sang pembalap akibat insiden miskomunikasi tersebut.
Baca Juga Starting Grid MotoGP Australia: 18 Pembalap Bersaing di Phillip IslandMeski sempat tersulut emosi, peraih podium kelas premier ini dengan cepat mampu mendinginkan kepalanya dan mengakui kesalahannya. Ia bahkan langsung mendatangi krunya untuk menyampaikan permintaan maaf atas reaksi meledak-ledak yang ia tunjukkan di garasi. Harapan besar yang sempat membuncah seketika runtuh tatkala ia menyadari bahwa pertaruhan strateginya berakhir gagal total sebelum sempat terwujud di atas aspal.
Perjudian cuaca yang dilakukan oleh sejumlah pembalap lain seperti Franco Morbidelli, Maverick Vinales, Joan Mir, dan Iker Lecuona juga berujung pada hasil minor. Hujan deras yang dinanti-nanti baru benar-benar turun tepat saat balapan sprint telah rampung dilangsungkan, membuat keputusan masuk pit menjadi sebuah blunder fatal yang menutup peluang mereka meraih hasil positif di Sepang.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!